Header Ads

ads

Beri Atau Tidak, Itu Saja!

Beri Atau Tidak, Itu Saja!

Pernah suatu ketika seorang ibu datang, dengan tamborine tutup botol, bersama anaknya yang masih kecil (kira-kira 3 tahun, menurutku). Anak lelaki itu cakep, senyuman khas anak-anak, mengenakan topi kelinci. Setelah menyambut tangannya, sempat kupegang kepala anak itu, menanyakan namanya. Lalu si ibu mengucapkan terima kasih, kemudian berlalu.

Jadi teringat pemberitaan tentang pengemis kaya di telivisi beberapa waktu lalu. Menurutku hal tersebut merupakan pemberitaan yang terlalu dilebih-lebihkan. Jika ada yang datang kepada Anda untuk meminta bantuan (apakah itu murni atau berpura-pura), tugas Anda hanya dua; bersedia memberi atau tidak memberi, itu saja! Selanjutnya tidak usah mikir yang aneh-aneh. Cukup itu saja, Anda beri atau tidak! Jika memberi, berilah sepantasnya, jika tidak ingin memberi, tolaklah dengan tidak merendahkan atau bahkan menghina! Kecuali ada yang datang kepada Anda dengan memaksa, itu beda!

Tidak mungkin rasanya, setiap kali Anda bertemu dengan orang-orang seperti ini (pengemis/pengamen, dll), maka Anda akan bertanya terlebih dahulu; "Maaf, bapak/ibu ini pengemis/pengamen yang sudah kaya atau benar-benar miskin?" Dan yang lebih konyol lagi, ada juga tuh yang sampai mengharamkan untuk memberi pengemis/gembel. Aneh.!

Sepertinya Anda tak perlu ikut campur dalam pertanggungjawaban moral seseorang. Mereka itu berpura-bura mengemis atau mengamen, itu urusan mereka sendiri. Mereka yang bertanggungjawab terhadap pekerjaannya sendiri. Tugas Anda adalah memberi atau tidak, that's it, spontan saja!

Anda tidak akan langsung jatuh miskin dan melarat, jika berbagi sedikit saja dari apa yang ada pada Anda. Apa sih yang Anda punya di dunia ini?. Lagi pula tidak perlu merasa bersalah/berdosa kalau memang tidak ingin memberi.

Okelah kalau memang mau mengkiritisi hidup mereka, lantas apakah Anda bersedia memberi mereka pekerjaan pada saat itu juga, agar mereka tak perlu turun ke jalan untuk meminta-minta atau mengamen? Kalo Anda bersedia, lakukan!

Perlu diketahui, banyak juga koq bentuk mengemis yang lebih rapi, sampai menggunakan stempel, mengatasnamakan sumbangan untuk mendirikan rumah di surga, padahal Anda tidak tahu tujuannya kemana itu sumbangan dan pertanggungjawabannya bagaimana.

Jadi, hal seperti ini bukan tentang apa yang Anda miliki melainkan tentang apa yang ada dalam pikiran Anda sendiri!

_/\_

Djogja, 190314

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.