Header Ads

ads

Nyanyian Kasur

Nyanyian Kasur

Tadi malam telah aku tidurkan tuanku. Kuberikan kepadanya beragam mimpi penghias malam. Kesendirian tuan ditemani anak-anakku yang tidur dengannya.

Kuberikan juga kehangatan tubuhku pada tuan agar ia tak kedinginan. Senyumku diwaktu malam kugunakan untuk selimuti tubuh tuanku. Kemudian kubiarkan tuan menanti pagi.

Ketika mentari mulai menghantarkan pagi yang diringi dengan tetesan-tetesan embun, kubangunkan tuan dari peraduannya untuk meniti hari yang belum pasti. Tuan begitu ceria.

Dibelainya rambutku, pertanda hatinya simpati. Dan dirapikannya pakaianku yang hampir saja telanjang.

Di dahiku, dihadiahkannya sebuah kecupan pagi penuh makna. Disisipkan olehnya alunan syair-syair indah dengan irama kebahagiaan. Sesaat kami berpelukan dan disaksikan merekahnya sinar sang raja yang terbias dikaca jendela kamar.

Kepergian sang tuan kan selalu kunanti di dalam kamar diwaktu malam. Kemesraan dan kehangatan kan terulang dalam suasana keremangan yang akan menambah makna dari sepasang mata yang terpejam!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.