Raja Dari Segenap Jiwa
Dari sebuah tempat yang suci, dituangkanlah air kemuliaan kedalam bejana emas yang diambil dari takhta yang terbuat dari mutiara nirwana dan selalu berkilau sepanjang jaman.
Dari sebuah tempat yang sangat gelap, dinyalakanlah lidah api yang sangat terang dan tak akan pernah padam.
Dari jiwa yang hampa, ditiupkanlah roh kehidupan, yaitu roh yang menyebabkan tempat kediaman ini tetap berputar pada sumbunya, sehingga kita dan segenap penghuni lainnya tetap dapat merasakan hawa sejuk dan panas serta menyaksikan siang dan malam yang selalu berkejaran dalam penguasaan waktu.
Kerinduan yang berkepanjangan dari dalam hati setiap insan bergejolak bersama air samudera yang berusaha menaklukkan pantai.
Kesunyian dalam penantian menyebabkan harapan semakin redup di dalam dian yang kehabisan minyak.
Hanya dosa yang memaksakan diri untuk tetap tertawa di dalam ketakutan dan kekhwatiran yang berkepanjangan.
Segala sesuatu yang terlihat dari langit tak lagi menaburkan warna kedamaian, melainkan hanya warna kehancuran dan membuat kanvas yang dahulu terlukis dengan indah kini menjadi hitam tanpa arti dan bukan mewakili imajinasi Sang Pencipta.
Kanvas yang kini terbentang di dunia adalah kanvas yang berwarna gelap. Adalah imajinasi manusia yang dilukis dari warna-warna dosa dan tidak mengenal arti dari sebuah seni keselamatan.
Sesuatu yang tak ternilai harganya adalah kehidupan abadi yang tak akan pernah berakhir. Terlahir dari seorang gadis yang masih perawan. Menjelma dalam raga manusia namun memiliki Roh Keagungan yang tidak akan pernah mengenal kematian.
Dari awal kesederhanaan-Nya akan dibangun istana keselamatan. Terbuat dari kayu-kayu kuat yang berasal dari hutan nirwana dan diukir oleh para malikat. Di pelataran istana-Nya dipasang lampu-lampu yang sangat indah, dirangkai dari berjuta-juta galaksi.
Ia diangkat menjadi seorang Raja. Seorang Raja yang menguasai setiap perjalanan jaman. Ia tak pernah mengenal dosa.
Di dalam istana-Nya tersimpan berbagai macam perhiasan keabadian. Dan manusia akan mencari dalam usaha yang sangat melelahkan dan melalui jalan-jalan licin dan berlumpur.
Ia adalah Raja yang penuh dengan belas kasih. Sebab kepada orang yang kedinginan dikenakan-Nya pakaian yang diambil dari setiap manusia yang selalu menghadiri pesta dunia.
Seorang pelacur juga akan diperkenankan memasuki istana-Nya. Sebab Ia mendengarkan tangisan pelacur itu yang penuh pengharapan akan penghiburan yang membebaskan.
Tidak hanya kepada manusia. Ia juga berbicara kepada binatang-binatang yang berkeliaran diatas dan dibawah bumi ini. Ia berseru kepada samudera, dan angin membawa seruan-Nya itu melintas menembus alam manusiawi agar jiwa-jiwa tidak akan pernah menjadi roh-roh yang selalu berada dalam pencarian.
Ia juga memandang pada hamparan luas dari atas dataran yang tertinggi diatas bumi. Hamparan itu akan dilapisi dengan kain sutera yang paling lembut selembut nafas-Nya.
Kepada arwah-arwah yang terkucilkan oleh jaman, akan diberikan pengampunan yang akan membebaskan mereka dari kemusnahan ciptaan api neraka.
Ia adalah manusia yang mengetahui hari kematian-Nya. Namun kematian-Nya tidak berakhir dalam jasad yang rapuh terurai oleh liang kubur.
Anugerah yang paling abadi bagi setiap insan dan yang sangat mahal harganya itu harus diawali dengan perwujudan kematian seorang anak tukang kayu sebagai skenario dari Sang Ilahi.
Kematian-Nya menjadi permulaan kehidupan baru, yaitu kehidupan yang bersatu dengan Roh Keabadian. Dua buah kayu yang terpalang dimana Ia didirikan menjadi tiang penyangga yang paling kokoh dan menjulang di antara bumi dan langit.
Adalah seruan sepanjang jaman yang selalu terdengar oleh segenap jiwa ; "Anak-anak-Ku jangan takut, Aku senantiasa menyertai kamu!"
_/\_
(Keselamatan sepanjang jaman, 2 September 2000)

Tidak ada komentar