Disini, Di Kota Ini
Disini, di kota ini,
tak ada lagi nyanyian si jantan disamping betinanya.
Bersahutan melambungkan syair-syair bumi,
Persembahan suci kepada Terang.
Disini, dikota ini,
hanyalah riuh sebagian bangsa di setiap penjuru angin, berteriak memanggil.
Mereka takut tak terdengar jika berpasrah dalam keheningan.
Sudah tulikah yang Maha Mendengar itu?
Disini, dikota ini,
dewa-dewi mimpi telah pulang ke nirwana,
sebagian lagi setia menemani jiwa-jiwa mengembara,
meramu kesejukan yang melenakan badan.
Disini, dikota ini,
di perhentian waktu ini, Aku teringat sebuah kota,
Pada bunyi kereta yang memecahkan angin.
menyelinap ditelingaku, membangunkan syarafku yang lelap tertidur,
melukis dimensi dalam nuansa yang lalu.
Saat ini, di kota ini dan di kota itu,
butiran embun tak lagi sama.
Seruni, 11-09-2011

Tidak ada komentar