Ketika Malaikat Itu Datang
Gereja itu kini tak lagi sepi. Seorang "malaikat" itu telah datang, menyertai roh yang lembut, bersemayam dalam raga-raga sunyi. Hanya ada beberapa rapalan kata, menyapa masa lalu dalam heningnya batin, ingin berdamai dengan garisan waktu.
Ini bukanlah pertobatan, tapi tentang bagaimana melunakkan duri-duri ilalang, agar perjalanan jauh ke depan selalu berlabuh pada lembutnya senyuman, harapan yang dewasa, seperti yang telah tertuang dalam untaian kata bijak itu.
Harapan kepada waktu yang senantiasa akan menyulam kembali setiap kerinduan, merayakannya dengan tabuhan dan bunyi harpa, mempersembahkannya di depan altar, bersanding bersama malaikat yang tak akan membiarkan setiap kesunyian itu bersemayam kembali di dalam roh-roh yang bahagia.
Ini bukanlah pertobatan, tapi tentang bagaimana melunakkan duri-duri ilalang, agar perjalanan jauh ke depan selalu berlabuh pada lembutnya senyuman, harapan yang dewasa, seperti yang telah tertuang dalam untaian kata bijak itu.
Harapan kepada waktu yang senantiasa akan menyulam kembali setiap kerinduan, merayakannya dengan tabuhan dan bunyi harpa, mempersembahkannya di depan altar, bersanding bersama malaikat yang tak akan membiarkan setiap kesunyian itu bersemayam kembali di dalam roh-roh yang bahagia.
_/\_
Seruni, 01-04-2012

Tidak ada komentar