Header Ads

ads

Senarai Sunyi Yang Basah

Senarai Sunyi Yang Basah

Mataku menempel di jalanan yang menggigil,
Mendudukkan lamunan di kursi kayu yang kesepian.
Candu yang bercinta di gelas kaca,
Menjadi ritual diri dalam nuansa abu.

Seperti kemarin,
Sebelum rembulan berganti nama,
Kepalaku masih menggelar lembaran kenangan.
Sedangkan tanganku mendekap dada,
Yang sesungguhnya merindu.
Tak ada yang tahu,
Hanya aku dan Langit.

Setiap kisah merupa senarai yang terputus oleh waktu,
Keheningan menjadi satu-satunya tempat tuk mengadu.
Meneguk setiap diam yang membantu.

Demikianlah jiwaku telah melemparkan dirinya kedalam gulungan ombak,
Jatuh ke palung yang paling sunyi,
Terjepit asa di kegelapan.

Namun, dari sinilah sadarku bicara dengan bekunya bibir.
Setiap akasaraku terbata,
Dan sering terbungkam dalam diam.

Adalah tentang rasa,
Kebodohanku masih bertanya kepada Langit,
Ia sesungguhnya bertahta di dada atau kepala?

Tanya telah menjadi buih di lipatan gelombang,
Mengangkat jiwaku ke permukaan.
Lalu menghempaskannya di celah-celah angan.
Dan menenggelamkannya lagi, lebih dalam.

Akhirnya, takkan ada satupun rahasia yang tersembunyi di bawah Langit.
Disini, sendiri aku mendekap lautan keheningan.

_/\_

Timbulrejo, 01-06-2013

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.