Pria Di Serambi Malam
Pria itu meletakkan bokongnya diatas lamunan,
Diantara hibuk angin yang menciumi bibir serambi.
Ia seperti bercakap di dadanya sendiri,
Tentang aroma candu dikepalanya.
Kepada titik lindap diujung jalan,
Matanya membidik sunyi,
Namun bukan kosong.
Sesekali disentuhnya biru bibirnya,
Yang lama digigilkan rindu.
Dibentangkannya lagi sayap-sayap puisi,
Ketika inspirasi melebam di tumpukkan waktu.
Dijengkalnya setiap huruf yang tertidur dibatinnya
Rahasia masih bermimpi dalam setiap lafalnya
Sesekali igaunya mengejutkan kesadaran
Ketika di pelupuknya, pernah melarut dalam aroma jiwa kala itu.
Pria mabuk mencumbui embun yang menua
Dan beberapa kenangan mengepul dibibirnya
Tersimpul asa dalam senyumnya
Terpana pada kekasih yang bertahta di dalam batinya.
Raja sekaligus Ratu Semesta.
_/\_
Djogja, 01-07-2013

Tidak ada komentar