Header Ads

ads

Ra

Ra

Ra, sejak kemarin kau pecah.
terbenam di dada mereka,
diam-diam membenih rindu,
menenun jumpa di tepian musim.

dan, kau jadikan sepasang anak kosmik,
seorang lelaki bertubuh hujan,
dan perempuan yang menggigil dalam puing rembulan,
di malam-malam tak terbilang.

tahukah kau, Ra?
doa-doa lancung berduyun menikam rahimmu.
mimpi-mimpi pun gelisah,
menjadi rengekan yang tergenang.
Sedangkan anak-anak kecil belum usai,
menabuh sukacita di bawah langit.

_/\_

Djogja, 26-03-2014

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.