Disini Juga Gaza Koq
Seorang relawan yang sering bolak-balik Indonesia-Palestina mengatakan di salah satu stasiun televisi swasta; "Kasihan mereka di Gaza, sejak diberondong Israel, masyarakat disana tidak ada listrik. Mereka hidup dalam kegelapan".
Lha, ini ditempat saya, listrik padam terus. Sudah dari tahun-ketahun begini melulu, tiap hari mati. Saya ulangi lagi, Tiap Hari. Disini masyarakat Dipaksa ikhlas dengan kacaunya PLN.
Jadi, saya kira ini juga bentuk penjajahan secara halus yang dimainkan negara sejak dulu kala. Lembut namun mematikan. Dipelihara, tapi kakinya sengaja dipukul biar jalan lambat (baca: pembangunan). Padahal disini bukan Gaza. Disini Kalimantan. Bagian NKRI, dan sedang tidak ada perang-perangan. Masih banyak "Gaza" lain tanpa listrik di negeri ini. Negeri yang konon tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman. Ini baru masalah listrik, belum yang lain. Masih banyak lagi.
Ada harapan dengan presiden baru, walau juga harus realistis. Sebab hanya Jokowi satu-satunya manusia sekaligus politisi dan juga presiden terpilih yang pernah ngomong dalam debat capres kemarin, "Disana, di Kalimantan, listrik masih sering padam".
Apakah Jokowi akan membereskan masalah listrik di seluruh pelosok negeri ini seperti sulap? Oh, tidak! Tapi, setidaknya dia sudah tau disini litrik masih kedap-kedip. Setidaknya dia sudah tau kalau pulau ini memang sudah lama dibuat remang-remang dengan nyala lilin-lilin kecil. Setidaknya dia faham, kalau disini nyala sebuah lilin lebih efektif, tidak seperti lilin ulang tahun. Belum meleleh semua udah ditiup lagi. Lalu dibuang begitu saja. Setidaknya dikepala Jokowi sudah terpatri "keinginan" untuk membenahi masalah energi, dengan konsep kemandirian energi yang berkeadilan.
Memang harus realistis juga, sebab dua periode pemerintahan Jokowi sekalipun masalah seperti listrik dan lain-lain belum tentu beres. Belum tentu seluruh pelosok pulau ini kan bercahaya seperti kerlap-kerlip bintang setiap malamnya.
Tentu tidak hanya Kalimantan, pulau lain seperti Papua dan pulau-pulau terdepan yang kecil-kecil, mungkin keandannya kurang lebih sama. Bahkan bisa jadi lebih parah. Intinya, masih begitu banyak masyarakat di negara ini merindukan pembangunan yang berkeadilan. Bedakan dengan Pulau Jawa-Bali, yang hampir semuanya nyambung dari timur ke barat, utara ke selatan. Bahkan disana listrik udah bisa mendaki ke gunung-gunung!
Karimawatn, 06-08-2014
Lha, ini ditempat saya, listrik padam terus. Sudah dari tahun-ketahun begini melulu, tiap hari mati. Saya ulangi lagi, Tiap Hari. Disini masyarakat Dipaksa ikhlas dengan kacaunya PLN.
Jadi, saya kira ini juga bentuk penjajahan secara halus yang dimainkan negara sejak dulu kala. Lembut namun mematikan. Dipelihara, tapi kakinya sengaja dipukul biar jalan lambat (baca: pembangunan). Padahal disini bukan Gaza. Disini Kalimantan. Bagian NKRI, dan sedang tidak ada perang-perangan. Masih banyak "Gaza" lain tanpa listrik di negeri ini. Negeri yang konon tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman. Ini baru masalah listrik, belum yang lain. Masih banyak lagi.
Ada harapan dengan presiden baru, walau juga harus realistis. Sebab hanya Jokowi satu-satunya manusia sekaligus politisi dan juga presiden terpilih yang pernah ngomong dalam debat capres kemarin, "Disana, di Kalimantan, listrik masih sering padam".
Apakah Jokowi akan membereskan masalah listrik di seluruh pelosok negeri ini seperti sulap? Oh, tidak! Tapi, setidaknya dia sudah tau disini litrik masih kedap-kedip. Setidaknya dia sudah tau kalau pulau ini memang sudah lama dibuat remang-remang dengan nyala lilin-lilin kecil. Setidaknya dia faham, kalau disini nyala sebuah lilin lebih efektif, tidak seperti lilin ulang tahun. Belum meleleh semua udah ditiup lagi. Lalu dibuang begitu saja. Setidaknya dikepala Jokowi sudah terpatri "keinginan" untuk membenahi masalah energi, dengan konsep kemandirian energi yang berkeadilan.
Memang harus realistis juga, sebab dua periode pemerintahan Jokowi sekalipun masalah seperti listrik dan lain-lain belum tentu beres. Belum tentu seluruh pelosok pulau ini kan bercahaya seperti kerlap-kerlip bintang setiap malamnya.
Tentu tidak hanya Kalimantan, pulau lain seperti Papua dan pulau-pulau terdepan yang kecil-kecil, mungkin keandannya kurang lebih sama. Bahkan bisa jadi lebih parah. Intinya, masih begitu banyak masyarakat di negara ini merindukan pembangunan yang berkeadilan. Bedakan dengan Pulau Jawa-Bali, yang hampir semuanya nyambung dari timur ke barat, utara ke selatan. Bahkan disana listrik udah bisa mendaki ke gunung-gunung!
Karimawatn, 06-08-2014

Tidak ada komentar