Header Ads

ads

Bahasamu Akan Lenyap Dari Muka Bumi Ini

Bahasamu Akan Lenyap Dari Muka Bumi Ini

Kamu mungkin masih ingat, ketika masih kecil dan suka bermain-main sambil telanjang sampai pada hari menjelang dewasa. Kamu begitu fasih memanggil orang tuamu dengan sebutan APA' dan UWE' (baca: Ayah dan Ibu -- silahkan replace dengan bahasa daerahmu). Dan ketika Kamu menjadi orang tua seperti saat ini, anak-anakmu mungkin sudah memanggilmu dengan sebutan yang berbeda, misalnya; Papa-Mama.

Kenapa bisa begitu?. Jangan tanya kenapa. Tidak salah memang menggunakan bahasa Indonesia. Namun ini bukan pula tentang salah atau benar. Tapi hal ini adalah bukti bahwa bahasa pun suatu waktu akan lenyap dari sejarah kehidupan manusia. Bahasa sebagai sesuatu yang melekat pada suku bangsa atau etnisitas seseorang sebagai identitas, pada akhirnya akan hilang. Tidak percaya? Cek sendiri!.

Dalam situasi tertentu mungkin anak-anakmu masih bisa berbahasa yang sama dengan bahasa ibu yang pernah/masih Anda gunakan saat ini. Namun biasanya itu karena faktor lingkungan. Kebiasaan mendengar dan pergaulan di lingkungan tempat si anak tinggal, yang kebetulan mayoritas menggunakan bahasa ibumu itulah yang membuat anak-anakmu mengerti dan fasih mengucapkannya.

Akan tetapi bagi orang tua, yang sejak awal pernikahannya telah membiasakan diri berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia, maka tidak bukan suatu yang aneh ketika anak-anak mereka lahir, mereka pun terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Faktor lain yang juga bisa berpengaruh adalah pernikahan beda etnis. Kebiasaan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi antara suami dan istri sudah dipastikan berubah, dan kemudian diikuti oleh anak-anak.

Bahkan dalam keadaan tertentu pula kebiasaan berbahasa ini sangat dipengaruhi oleh budaya setempat dimana orang tua membesarkan anak-anak mereka di lingkungan yang berbeda dengan tempat kelahiran mereka. Contoh: Sepasang orang tua yang asli Jawa, ketika tinggal dan menetap di daerah yang mayoritas Dayak, maka kebiasaan berbahasa mereka dan anak-anak mereka pun mengikuti mayoritas. Bahkan sangat fasih berkomunikasi dalam bahasa Dayak. Atau, sepasang orang tua yang sama-sama Dayak (dari sub Kanayatn), ketika mereka tinggal dan menetap di daerah yang mayoritas Melayu, maka tidak heran dalam kehidupan sehari-hari mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Melayu. Bahkan sampai ke logat bahasanya pun sangat Melayu. Tentu contoh-contoh seperti ini sangat mungkin terjadi pada keluarga mana saja dan siapa saja dari etnis manapun.

Seorang anak yang lahir dari orang tua asli Tionghoa, kemungkinan besar tidak akan mengerti lagi bahasa Tionghoa itu sendiri. Jaman telah berubah, lingkungan berubah, dan kebiasaan berkomunikasi pun berubah. Mungkin saja lingkungannya masih mengganggap ia sebagai orang Tionghoa, karena tanda/simbol fisik yang melekat padanya menunjukkan hal yang demikian. Akan tetapi bahasa yang ia gunakan, yang semula juga adalah simbol asal-usulnya mungkin sudah hilang. Ia sudah tidak bisa lagi bicara dalam bahasa Tionghoa dan lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari. Atau mungkin malah berbahasa asing seperti bahasa Inggris.

Fenomena ini sebenarnya fenomena yang biasa saja. Akan tetapi hal ini menunjukkan bahwa budaya dan bahasa pun berubah dari jaman ke jaman. Bahkan bukan tidak mungkin suatu bahasa tertentu bisa hilang dari muka bumi ini.

Lalu, masih relevan kah Kamu disebut sebagai orang Jawa, Bali, Dayak, Melayu, Cina, Batak, Madura, Bugis, Tionghoa, dll, dimana pada akhirnya Kamu dan keturunanmu hanyalah bagian dari manusia yang telah berubah dari generasi ke generasi?. Fenomena ini sudah terjadi sejak dahulu kala dan masih akan terus berlangsung. Dan saya yakin, puluhan bahkan ratusan tahun yang akan datang, makin banyak lagi bahasa di muka bumi ini yang akan hilang. Untuk mengeceknya tak perlu jauh-jauh. Cek sendiri dalam keluargamu sendiri. Bagaimana Kamu berkomunikasi dengan pasangan atau anak-anakmu selama ini.

Walaupun begitu banyak bahasa daerah yang melekat pada berbagai suku bangsa di negeri ini akan lenyap, namun Kamu dan juga saya tetaplah manusia yang sama. Artinya, dimanapun di muka bumi ini, yang namanya ras Manusia relatif lebih panjang usianya ketimbang bahasa yang digunakannya.

_/\_

Seruni, 01-09-2014

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.