Header Ads

ads

Anda Adalah Roh Yang Masih Punya Casing

Anda Adalah Roh Yang Masih Punya Casing

Kemarin 2 Nopember, hari khusus bagi Gereja Katolik untuk mendoakan arwah orang meninggal. Di pemakaman diadakan misa. Namun aku tidak ikut ritual misa, cuma menyaksikan saja. Bermacam-macam ekspresi, bahkan banyak pula yang sibuk ngobrol sampai ada acara reuni dadakan, salam-salaman dan cipika-cipiki.

Begitulah suasananya, biasa saja. Tidak ada yang baru dan dari dulu memang seperti itu. Bahkan isi homili pastor pun terkesan itu-itu saja. Umat ditakut-takuti kalau nanti mati semua bakal jadi tengkorak. Mau yang ganteng, cantik, tampang pasaran, bahkan yang jelek  sekalipun kalau maut datang pasti akan jadi tengkorak juga, ke tanah juga. Dan apapun yang Anda "bangun" di dunia ini tak bakalan di bawa mati.

Lha, kan memang begitu, dari dulu juga begitu. Ujung-ujungnya, berjaga-jagalah, that's it! Kalaupun masih ada yang suka mendengar nasehat ini, who cares? Setelah itu lupa lagi.

Tengkorak Anda mungkin akan menjadi bagian dari peninggalan budaya, ratusan bahkan ribuan tahun yang akan datang. Akan tetapi ada juga yang memilih menjadi abu melalui kremasi. Tapi sama saja, itu juga bagian dari ritual budaya. Mau pakai cara dikubur atau dibakar esensinya bukan disitu.

Yang sering terlupakan dan jarang disampaikan sebagai Kabar Gembira, bahwa manusia yang masih hidup itu juga adalah roh, yaitu roh yang masih punya casing tubuh Anda sendiri. Ini adalah pemahaman yang sangat basic. Makanya jangan heran, antara manusia hidup dan yang sudah mati masih bisa, dan sangat mungkin "terhubung". Bisa melalui mimpi atau bahkan penampakkan (kalau beruntung).

Jadi ketika Anda pergi ke makam, apalagi yang Anda lakukan kalau bukan meng-connect-kan kembali pikiran Anda dengan orang-orang yang Anda cintai itu?. Walaupun perihal konek-mengkonek ini juga bisa Anda lakukan kapan saja dan dimana saja, tanpa harus pergi ke makam. Gratis, tidak pakai kolekte. Tak perlu juga pakai (beli) bunga karena apapun yang indah yang Anda pikirkan tentang orang-orang terkasih yang sudah meninggal itu adalah bunga itu sendiri. It's called LOVE.

Namun hal ini tidak pernah menjadi perhatian, sebab manusia yang hidup senantiasa terjebak dalam pemahaman materialistik (fisik, tubuh) saja, termasuklah juga para pemimpin umat.

Lalu, pentingkah tubuh ini? Oh penting. Hanya dengan mengalami kehidupan ini melalui tubuh, hal-hal yang sifatnya rohaniah/batiniah/spiritual/ilahiah itu bisa di fahami. Kematian hanyalah bagian kehidupan itu sendiri, bukan lawan. Dan pikiran adalah dimensi roh Anda.

_/\_

Seruni, 03-11-2014

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.