Makhluk Halus Penunggu Pohon Beringin
Menurut Pak Wiki, pohon beringin itu termasuk dalam suku ara-araan (Moraceae) dari genus Ficus. Ada kurang lebih 850 species Ficus yang hidup diseluruh dunia. Itu data yang dituliskan Pak Wiki di lamanya. Dan saya mencurigai bahwa pohon ara yang pernah dikutuk Yesus pada dua ribu tahun yang lalu itu juga masih satu keluarga dengan pohon beringin yang kita ketahui saat ini. Bedanya pohon ara di jaman Yesus buahnya bisa dimakan. Pohon ara dijaman Yesus itu disebut spesies Ficus Carica sedangkan pohon beringin yang seringkali kita jumpai itu adalah Ficus Benjamina.
Jadi tidak heran kalau ada yang menyebut pohon beringin itu dengan nama Kayu Ara. Lalu apa lagi perbedaan species Carica dan Benjamina? Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, buah Ficus Carica itu bisa dimakan untuk menghilangkan lapar, sedangkan Ficus Benjamina itu tidak berbuah. Setidaknya sampai hari ini saya belum melihat ada orang yang memakan buah pohon beringin sebagai pencuci mulut. Yang saya tahu, pohon beringin yang banyak hidup di nusantara ini dikenal sebagai pohon yang mistis. Pohon beringin itu banyak hantunya, dihuni Jin. Bahkan dibeberapa tempat pohon beringin menjadi pintu gerbang kerajaan jin.
Baca juga :
Tidak perlu heran, reputasi pohon beringin yang memiliki sisi mistis ini sudah hidup sejak lama. Bahkan sengaja dilestarikan oleh penghuni nusantara. Namanya juga nusantara, selalu berbau mistis. Bahkan dibeberapa tempat pohon ini dikeramatkan. Dibuatkan pagar, dikasi menyan, hio dan sajen agar si penunggu pohon tidak stress sehingga tidak mengganggu manusia. Ada juga yang tetap dipelihara, dimana disekitar pohon itu dibuatkan tempat sembahyang. Mungkin kalau manusia sering sembayang disitu, si penunggu pohon cepat atau lambat juga ikut-ikutan sembahyang.
Jaman memang sudah semakin maju. Demikian juga cara pandang orang terhadap pohon beringin. Tidak heran kalau pada akhirnya pohon beringin bisa dijadikan aset pariwisata. Dimana semakin banyak orang berkunjung, maka semakin banyak juga orang yang akan menyewa penutup mata buat melewati pohon beringin kembar seperti di Yogyakarta itu. Jadilah pohon beringin sebagai ladang bisnis. Akan tetapi masih saja sama, itu pohon tetap diyakini ada penunggunya.
Saya kira itu beberapa perbedaan Ficus Carica di jaman Yesus dengan Ficus Benjamina yang sering kita lihat selama ini. Andai Yesus hidup saat ini di Indonesia, maka habislah pohon beringin itu. Semua pohon beringin yang ada mungkin akan dikutuk Yesus. Alasannya ada dua; pertama dia tidak berbuah dan yang kedua itu pohon banyak setannya. Walaupun itu setan sebenarnya hidup dikepala manusia. Jadi untuk mematikan setan dikepala manusia tersebut tidak ada cara lain, pohon beringinnya harus dikutuk biar musnah. Kalau sudah musnah, maka manusia tidak bisa lagi cari-cari alasan pohon beringin selalu dihuni setan dan sebangsa jin lainnya. Tapi saya yakin, Yesus juga bakalan kena kutuk. Siapa yang mengutuk? Yang pertama kali mengutuk Yesus adalah penggiat lingkungan hidup dan penggiat konservasi. Yesus akan dituduh tidak pro lingkungan. Pohon tidak ada salah koq main kutuk aja. Pasti begitu kejadiannya.
Tapi disini saya tidak akan membahas soal mengapa Yesus mengutuk pohon ara. Temukan jawabannya sendiri, ada dikepala masing-masing dan bukan dari kepala orang lain. Atau Anda merasa tidak perlu tahu alasan Yesus mengutuk pohon ara, yang penting percaya. Itu juga silahkan. Dan yang paling gampang adalah Anda yang tidak ikut Yesus. Untuk apa percaya. Anda bisa berkata, "Saya kan bukan pengikut Yesus". Tapi mungkin Anda akan berpikir dua kali dan bisa jadi Anda menjadi percaya, kalau ada yang mengatakan kepada Anda, "Hati-hati, itu pohon beringin ada "penunggunya!".
Saya sendiri juga percaya memang ada jenis pohon beringin yang didalamnya bercokol berbagai jenis setan, hantu, dan berbagai jenis jin super. Pohon beringin ini memang belum pernah diklasifikasikan berdasarkan ilmu biologi tanaman. Karena memang tidak bisa. Mengapa demikian? Karena pohon beringin yang saya bicarakan adalah pohon beringin imajiner. Satu-satunya jenis ini ada di planet bumi, dan hanya ada di Indonesia. Karena sifatnya imajiner, maka untuk mengetahui isi dalamnya hanya bisa dilakukan dengan menciptakan simbol lalu menguraikan simbol tersebut kedalam nilai-nilai.
Anda tahu kan pohon beringin yang dinamai Golkar? Booom.! Mulai dari Pohon Ara di jaman Yesus, Pohon Beringin di Alun-Alun Selatan, dan kini sampailah kita pada pohon beringin bernama Golkar. Anda mulai jelas sekarang. Inilah yang saya maksud Pohon Beringin imajiner. Tahunya dari simbol gambar pohon beringin itu. Pohon beringin ini sudah eksis dari tahun 1964. Pohon ini tidak tumbuh di tanah, makanya tidak tercatat dalam klasifikasi biologi. Ia hanya tumbuh di dalam kepala sekelompok manusia Indonesia yang memiliki tujuan politik dan saat ini sedang menjadi gonjang-ganjing paling sexy di media.
Baca juga :
Anda juga tahu bahwa sejak dulu pohon ini ada penunggunya. Macam-macam hantu, setan dan berbagai jenis demit berdiam di dalamnya. Bahkan ada jin legendaris yang pernah menjadi penguasa paling berpengaruh dan berdiam di dalam pohon ini. Ia mengendalikan pengikut-pengikutnya yang juga sebangsa makhluk halus, agar ia bisa menguasai Indonesia. Tiga puluh tahun lebih ia berkuasa, aman sentosa tanpa tersentuh hukum sampai mati.
Penunggunya bisa mati, akan tetapi pohonnya masih hidup. Generasi penunggu pohon kemudian silih berganti menguasai pohon, namun belum ada yang menandingi sang legendaris. Setidaknya hari ini generasi penunggu pohon beringin ini masih berkelahi, berebut kekuasaan. Karena ternyata ada jin yang tak mau berbagi kekuasaan. Tidak heran, sejak dari dulu penunggu pohon beringin memang seringkali berkelahi. Bahkan banyak penunggu memilih meninggalkan pohon beringin dan kemudian mendirikan rumah baru. Akan tetapi walaupun rumah mereka sudah beda, mereka tetap bisa cipika-cipiki. Atas dorongan libido kekuasaan itulah mereka masih bisa berbuat seperti itu.
Sekarang Anda semakin jelas, simbol pohon beringin di Golkar itu memang dipakai buat menakut-nakuti. Mengancam, memecat, menyingkirkan hantu-hantu yang tak sepaham agar kekuasaan bisa lestari. Tujuan politik itu hanya satu, kekuasaan sampai mati. Jadi filosofi pohon beringin sebagai simbol kepemimpinan yang kuat berkarakter, mengayomi dan menaungi seluruh rakyat itu tidak ada. Padi dan kapas yang melingkari pohon beringin sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran untuk rakyat itu cuma isapan jempol belaka. Ya, mungkin kesejahteraan dan kemakmuran masih ada. Akan tetapi itu hanya berlaku bagi penunggu pohon beringin, yaitu semua makhluk halus yang berdiam di pohon itu. Anda harus tahu, padi dan kapas itu artinya makan enak, tidur juga enak. Siapa yang enak? Ya si penunggu pohon beringin, bukan rakyat. Yang penting enak, tak peduli rakyat melarat.
Baca juga :
Anda juga tahu bahwa ternyata sejak tahun 1964 pohon beringin itu tidak pernah berbuah. Kalu berbuah, mungkin buahnya bisa jadi alternatif makanan pencuci mulut. Setidaknya bagi rakyat ada sesuatu yang bisa dikunyah untuk makan. Tapi tidak. Buktinya sampai hari ini tujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu masih menjadi agenda lima tahunan.
Pertanyaannya, Jin super mana lagi yang bisa berkuasa selama tiga puluh tahun lebih namun sungguh-sungguh bekerja demi mewujudkan keadilan sosial di setiap penjuru nusantara? Tidak ada! Paling banter sepuluh tahun, itupun kalau jujur paling tugasnya sebagai Jin Dokter. Mengobati koreng-koreng yang telah bernanah sejak lama. Saat ini pun para penunggu pohon ini masih berperang dengan sesamanya. Ada yang tak puas karena dipecat, sehingga mau bikin munas tandingan. Biasalah, ini jaman tanding-tandingan. Semuanya boleh bertanding. Bebas mau bikin pertandingan apa.
Jadi Golkar itu pohon beringin dari species yang mana? Yang jelas bukan Ficus Benjamina ataupun Ficus Carica. Ia hanya pohon beringin yang hidup dalam kepala sekelompok makhluk halus yang haus kekuasaan dan berusaha melanggengkan tradisi masa lalu. Pohon beringin jenis ini lebih cocok disebut spesies Ficus Orbaria. Karena pada masa orba jenis beringin ini sedang tumbuh subur dan berada pada puncak kejayaannya. Sekarang mungkin tidak sehebat dulu, akan tetapi bibitnya masih banyak. Penunggunya juga banyak. Lapar terus, tidak bisa kenyang.
Sekarang semuanya sudah tahu, mereka adalah makhluk halus anti demokrasi. Karena dalam berkoalisipun mereka bisa melakukan aksi tipu-tipu. Menipu dengan cara berpura-pura mendukung Perppu Pilkada, nyatanya menolak. Dan sudah ketuk palu, tolak.! Pohon Beringin jenis ini tidak baik, jelek, tidak berbuah kebaikkan sama sekali. Makanya tanpa perlu dikutuk penghuninya pun sudah saling kutuk. Jadi, rakyat tidak perlu repot-repot mengutuk. Kalau mau mengutuk pun bisa dilakukan lima tahun mendatang. Sangat mungkin Pohon Beringin ini suatu saat tidak akan angker lagi. Karena rakyat yang nantinya akan menjadikannya sebagai tanaman penghias taman, yaitu beringin bonsai. Pohon beringin yang dijadikan bonsai itu adalah pemanis mata, enak dipandang dan tidak lagi menakutkan.
Lalu bagaimana dengan makhluk halus yang tidak berdiam di pohon beringin? Apakah mereka tidak mengganggu? Kalau orientasinya semata-mata hanya kekuasaan, maka jawabnya sama saja. 11-12 juga.
_/\_
Seruni, 051214
Jadi tidak heran kalau ada yang menyebut pohon beringin itu dengan nama Kayu Ara. Lalu apa lagi perbedaan species Carica dan Benjamina? Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, buah Ficus Carica itu bisa dimakan untuk menghilangkan lapar, sedangkan Ficus Benjamina itu tidak berbuah. Setidaknya sampai hari ini saya belum melihat ada orang yang memakan buah pohon beringin sebagai pencuci mulut. Yang saya tahu, pohon beringin yang banyak hidup di nusantara ini dikenal sebagai pohon yang mistis. Pohon beringin itu banyak hantunya, dihuni Jin. Bahkan dibeberapa tempat pohon beringin menjadi pintu gerbang kerajaan jin.
Baca juga :
Tidak perlu heran, reputasi pohon beringin yang memiliki sisi mistis ini sudah hidup sejak lama. Bahkan sengaja dilestarikan oleh penghuni nusantara. Namanya juga nusantara, selalu berbau mistis. Bahkan dibeberapa tempat pohon ini dikeramatkan. Dibuatkan pagar, dikasi menyan, hio dan sajen agar si penunggu pohon tidak stress sehingga tidak mengganggu manusia. Ada juga yang tetap dipelihara, dimana disekitar pohon itu dibuatkan tempat sembahyang. Mungkin kalau manusia sering sembayang disitu, si penunggu pohon cepat atau lambat juga ikut-ikutan sembahyang.
Jaman memang sudah semakin maju. Demikian juga cara pandang orang terhadap pohon beringin. Tidak heran kalau pada akhirnya pohon beringin bisa dijadikan aset pariwisata. Dimana semakin banyak orang berkunjung, maka semakin banyak juga orang yang akan menyewa penutup mata buat melewati pohon beringin kembar seperti di Yogyakarta itu. Jadilah pohon beringin sebagai ladang bisnis. Akan tetapi masih saja sama, itu pohon tetap diyakini ada penunggunya.
Saya kira itu beberapa perbedaan Ficus Carica di jaman Yesus dengan Ficus Benjamina yang sering kita lihat selama ini. Andai Yesus hidup saat ini di Indonesia, maka habislah pohon beringin itu. Semua pohon beringin yang ada mungkin akan dikutuk Yesus. Alasannya ada dua; pertama dia tidak berbuah dan yang kedua itu pohon banyak setannya. Walaupun itu setan sebenarnya hidup dikepala manusia. Jadi untuk mematikan setan dikepala manusia tersebut tidak ada cara lain, pohon beringinnya harus dikutuk biar musnah. Kalau sudah musnah, maka manusia tidak bisa lagi cari-cari alasan pohon beringin selalu dihuni setan dan sebangsa jin lainnya. Tapi saya yakin, Yesus juga bakalan kena kutuk. Siapa yang mengutuk? Yang pertama kali mengutuk Yesus adalah penggiat lingkungan hidup dan penggiat konservasi. Yesus akan dituduh tidak pro lingkungan. Pohon tidak ada salah koq main kutuk aja. Pasti begitu kejadiannya.
Tapi disini saya tidak akan membahas soal mengapa Yesus mengutuk pohon ara. Temukan jawabannya sendiri, ada dikepala masing-masing dan bukan dari kepala orang lain. Atau Anda merasa tidak perlu tahu alasan Yesus mengutuk pohon ara, yang penting percaya. Itu juga silahkan. Dan yang paling gampang adalah Anda yang tidak ikut Yesus. Untuk apa percaya. Anda bisa berkata, "Saya kan bukan pengikut Yesus". Tapi mungkin Anda akan berpikir dua kali dan bisa jadi Anda menjadi percaya, kalau ada yang mengatakan kepada Anda, "Hati-hati, itu pohon beringin ada "penunggunya!".
Saya sendiri juga percaya memang ada jenis pohon beringin yang didalamnya bercokol berbagai jenis setan, hantu, dan berbagai jenis jin super. Pohon beringin ini memang belum pernah diklasifikasikan berdasarkan ilmu biologi tanaman. Karena memang tidak bisa. Mengapa demikian? Karena pohon beringin yang saya bicarakan adalah pohon beringin imajiner. Satu-satunya jenis ini ada di planet bumi, dan hanya ada di Indonesia. Karena sifatnya imajiner, maka untuk mengetahui isi dalamnya hanya bisa dilakukan dengan menciptakan simbol lalu menguraikan simbol tersebut kedalam nilai-nilai.
Anda tahu kan pohon beringin yang dinamai Golkar? Booom.! Mulai dari Pohon Ara di jaman Yesus, Pohon Beringin di Alun-Alun Selatan, dan kini sampailah kita pada pohon beringin bernama Golkar. Anda mulai jelas sekarang. Inilah yang saya maksud Pohon Beringin imajiner. Tahunya dari simbol gambar pohon beringin itu. Pohon beringin ini sudah eksis dari tahun 1964. Pohon ini tidak tumbuh di tanah, makanya tidak tercatat dalam klasifikasi biologi. Ia hanya tumbuh di dalam kepala sekelompok manusia Indonesia yang memiliki tujuan politik dan saat ini sedang menjadi gonjang-ganjing paling sexy di media.
Baca juga :
Anda juga tahu bahwa sejak dulu pohon ini ada penunggunya. Macam-macam hantu, setan dan berbagai jenis demit berdiam di dalamnya. Bahkan ada jin legendaris yang pernah menjadi penguasa paling berpengaruh dan berdiam di dalam pohon ini. Ia mengendalikan pengikut-pengikutnya yang juga sebangsa makhluk halus, agar ia bisa menguasai Indonesia. Tiga puluh tahun lebih ia berkuasa, aman sentosa tanpa tersentuh hukum sampai mati.
Penunggunya bisa mati, akan tetapi pohonnya masih hidup. Generasi penunggu pohon kemudian silih berganti menguasai pohon, namun belum ada yang menandingi sang legendaris. Setidaknya hari ini generasi penunggu pohon beringin ini masih berkelahi, berebut kekuasaan. Karena ternyata ada jin yang tak mau berbagi kekuasaan. Tidak heran, sejak dari dulu penunggu pohon beringin memang seringkali berkelahi. Bahkan banyak penunggu memilih meninggalkan pohon beringin dan kemudian mendirikan rumah baru. Akan tetapi walaupun rumah mereka sudah beda, mereka tetap bisa cipika-cipiki. Atas dorongan libido kekuasaan itulah mereka masih bisa berbuat seperti itu.
Sekarang Anda semakin jelas, simbol pohon beringin di Golkar itu memang dipakai buat menakut-nakuti. Mengancam, memecat, menyingkirkan hantu-hantu yang tak sepaham agar kekuasaan bisa lestari. Tujuan politik itu hanya satu, kekuasaan sampai mati. Jadi filosofi pohon beringin sebagai simbol kepemimpinan yang kuat berkarakter, mengayomi dan menaungi seluruh rakyat itu tidak ada. Padi dan kapas yang melingkari pohon beringin sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran untuk rakyat itu cuma isapan jempol belaka. Ya, mungkin kesejahteraan dan kemakmuran masih ada. Akan tetapi itu hanya berlaku bagi penunggu pohon beringin, yaitu semua makhluk halus yang berdiam di pohon itu. Anda harus tahu, padi dan kapas itu artinya makan enak, tidur juga enak. Siapa yang enak? Ya si penunggu pohon beringin, bukan rakyat. Yang penting enak, tak peduli rakyat melarat.
Baca juga :
Anda juga tahu bahwa ternyata sejak tahun 1964 pohon beringin itu tidak pernah berbuah. Kalu berbuah, mungkin buahnya bisa jadi alternatif makanan pencuci mulut. Setidaknya bagi rakyat ada sesuatu yang bisa dikunyah untuk makan. Tapi tidak. Buktinya sampai hari ini tujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu masih menjadi agenda lima tahunan.
Pertanyaannya, Jin super mana lagi yang bisa berkuasa selama tiga puluh tahun lebih namun sungguh-sungguh bekerja demi mewujudkan keadilan sosial di setiap penjuru nusantara? Tidak ada! Paling banter sepuluh tahun, itupun kalau jujur paling tugasnya sebagai Jin Dokter. Mengobati koreng-koreng yang telah bernanah sejak lama. Saat ini pun para penunggu pohon ini masih berperang dengan sesamanya. Ada yang tak puas karena dipecat, sehingga mau bikin munas tandingan. Biasalah, ini jaman tanding-tandingan. Semuanya boleh bertanding. Bebas mau bikin pertandingan apa.
Jadi Golkar itu pohon beringin dari species yang mana? Yang jelas bukan Ficus Benjamina ataupun Ficus Carica. Ia hanya pohon beringin yang hidup dalam kepala sekelompok makhluk halus yang haus kekuasaan dan berusaha melanggengkan tradisi masa lalu. Pohon beringin jenis ini lebih cocok disebut spesies Ficus Orbaria. Karena pada masa orba jenis beringin ini sedang tumbuh subur dan berada pada puncak kejayaannya. Sekarang mungkin tidak sehebat dulu, akan tetapi bibitnya masih banyak. Penunggunya juga banyak. Lapar terus, tidak bisa kenyang.
Sekarang semuanya sudah tahu, mereka adalah makhluk halus anti demokrasi. Karena dalam berkoalisipun mereka bisa melakukan aksi tipu-tipu. Menipu dengan cara berpura-pura mendukung Perppu Pilkada, nyatanya menolak. Dan sudah ketuk palu, tolak.! Pohon Beringin jenis ini tidak baik, jelek, tidak berbuah kebaikkan sama sekali. Makanya tanpa perlu dikutuk penghuninya pun sudah saling kutuk. Jadi, rakyat tidak perlu repot-repot mengutuk. Kalau mau mengutuk pun bisa dilakukan lima tahun mendatang. Sangat mungkin Pohon Beringin ini suatu saat tidak akan angker lagi. Karena rakyat yang nantinya akan menjadikannya sebagai tanaman penghias taman, yaitu beringin bonsai. Pohon beringin yang dijadikan bonsai itu adalah pemanis mata, enak dipandang dan tidak lagi menakutkan.
Lalu bagaimana dengan makhluk halus yang tidak berdiam di pohon beringin? Apakah mereka tidak mengganggu? Kalau orientasinya semata-mata hanya kekuasaan, maka jawabnya sama saja. 11-12 juga.
_/\_
Seruni, 051214

Tidak ada komentar