Tak Perlu Menjadi Manusia Extreme
Obrolan via BBM sore ini, setelah sekian lama tidak pernah ngobrol atau bersenda-gurau seperti dulu.
T : Test.J : Berhasil.T : Kirain dah gak aktif BBM bang.J : Sempat gak aktif 4 bulanan.T : Oooo. Masih di Jogja Bang?J : Aku sudah di Kalimantan sejak Mei tahun lalu.T : Oalaahh.J : Selamat tahun baru ya.T : Selamat tahun baru juga bang. Btw, kadang foto-foto abang kayak orang meditasi gitu. Sekilas kadang kayak Budha.J : Iya. Aku sudah lama membiasakan diri dengan meditasi.T : Perpaduan antara Budha dan Rastafarian?J : Hahahaha. Meditasi bukan tentang Budha, Hindu, Rastafarian, atau apa saja. Siapapun boleh bermeditasi, mau beragama atau tidak beragama :)T : Abang belajar sendiri. Atau?J : Iya. Sendiri saja.T : Hahaha. Iya sih bang. Cuma kalau lihat dari foto-foto abang seperti menggabungkan semuanya.J : Sebenarnya bukan tentang menggabungkan atau tidak menggabungkan. Jika memang ingin kembali mengingat diri ini sebagai makhluk spiritual, maka meditasi adalah salah satu cara untuk kembali ke esensi/jalan itu. Menjadi diri sendiri. Melihat segala sesuatu dengan apa adanya.T : Abang vegetarian juga kah?J : Belum kepikiran untuk menjadi seorang Vegan. Tapi memang lebih suka makan sayuran ketimbang daging :)T : Hehehe. Katanya ada yang bilang begitu.J : Tidak perlu menjadi terlalu extreme. Walaupun untuk menjadi seorang vegan itu juga pilihan yang bebas.T : Kalau sering makan daging bawaannya kita gampang marah. Kalau makan sayuran kita lebih tenang. Kita sama bang, cuma abang lebih ke meditasi.J : Menjadi seorang vegan belum tentu berangkat dari kesadaran untuk menghargai setiap bentuk kehidupan. Maksudnya kehidupan dalam entitas makhluk hidup yang lain selain manusia. Sebab kamu juga tahu, banyak orang menjadi vegan karena alasan diet (klinis). Maka dari itu pilihlah dengan sesadar-sadarnya saja.T : Yup. Itu pilihan bang. Hahahahaha.J : Kamu lebih suka makan sayuran, that's good.T : Yup. Iya bang.J : Satu hal lagi. Membiasakan diri dalam meditasi bukan bertujuan untuk menjadi seorang vegan or not. Tapi lebih dari itu.T : Yang pasti lebih sehatlah bang. Itu salah satu alasannya. Dan lama-lama melihat hewan dibantai aku jadi kek geli. Soalnya di daerahku sini untuk konsumsi daging sangat tinggi. Aku lebih memilih makan ikan. Untuk babi pun aku sekarang dah gak makan.J : That's good. Lakukan saja dengan sadar. Artinya, murni berangkat dari pikiranmu sendiri untuk memilih melakukan itu. Sesekali ditambah dengan meditasi. Itu juga baik. Baik bagimu.T : Gak, kirain abang juga udah sampai jadi vegan. Banyak hewan diburu untuk dijadikan makanan. Padahal populasi hewan itu semakin berkurang. Pengen sih bang belajar meditasi. Aku sekarang lebih banyak berfikir, tentang hubungan timbal-balik kita dengan alam.J : Tidak begitu. Aku belum kepikiran sampai menjadi seorang vegan sejati. Apa adanya saja. Kalau soal makan daging, aku tidak cari. Tapi kalau ada yang menjamu dengan lauk daging, ya makan saja. Kalau tidak juga tidak masalah. Namun belakangan lebih sering memilih sayuran.T : Ya. Nyaris sama lah bang.J : Tapi apa yang kamu pikir itu tadi benar. Memang begitulah manusia. Bukan perutnya yang lapar, tapi keinginan yang ada di kepalanya yang tidak pernah kenyang. Jangankan cuma daging, Bumi inipun kalau bisa ditelan, ya ditelan sekalian. Kamu bisa lihat sendiri sekarang fenomena ini.T : Kadang kalau ada yang menjamu dengan daging, ya apa boleh buat bang. Demi menghargai orang yang sudah menyajikannya kan tidak masalah. Tapi gak banyak. Namun keinginan yang seperti itulah yang harus bisa ditekan.J : Ya. Makanya tak perlu menjadi manusia extreme. Dan tak perlu juga menghakimi orang yang telah menghidangkannya untukmu.T : Hahaha. Gak lah bang. Semua orang kan punya pilihan.J : That's true.T : Nah, yang susah itu kadang bagaimana menghargai perbedaan itu.J : Tak usah dipikir rumit tentang yang namanya perbedaan itu. Spontan saja :)T : Yoi bang. Bisa perang ntar..hahaJ : Dan kalau kamu mau meditasi gampang. Tak perlu berguru. Apalagi berbayar. Praktek saja langsung. Duduk saja dengan punggung tegak. Ambil posisi yang nyaman. Bernafas biasa saja. Fokuslah pada kesadaranmu pada titik diantara kedua alis mata.T : Sip,.sip. Bisa dicoba ntar.J : Cobalah. tapi tak perlu memaksa diri. Yang penting fokus di titik kesadaran tadi. Selamat praktek.T : Hehehe. xie, xie.J : Oke. Terima kasih sudah ngobrol.T : Hehehe. Sama-sama bang.
_/\_
Seruni, 06-01-2015

Tidak ada komentar