Senandung Senja
Aku, sepenggal waktu yang berdiam didepan pintu malam.
Tersenyum diatas kursi-kersi tua,
Mengecap tawa anak-anak,
Yang entah bermain apa.
Aku, setia menunggu setiap letih,
Yang melangkah pulang.
Diam mendengarkan sisa-sisa gerutu kepada terang.
Aku, menandai pesta para bintang.
Menaburkan asa untuk menyatukan kembali jiwa-jiwa pengelana.
Aku, isyarat pertama kepada setiap Kasih,
Yang merindukan pelukan malam.
Dan Aku, selalu membisikkan ketakutan kepada setiap gundah,
Ragu menapaki kegelapan.
(Ayat-Ayat Senja)
_/\_
Seruni, 25-09-2012

Tidak ada komentar