Header Ads

ads

Pernyataan Paus Francis Yang Mengejutkan Dunia

Pernyataan Paus Francis Yang Mengejutkan Dunia

Bagi Gereja (umat Katolik) yang sudah tahu (sadar), pernyataan Paus Francis di bawah ini tentunya tidak akan mengejutkan. Apa yang di sampaikan Paus Francis ini hendaknya menjadi "angin segar" perubahan. Gereja (khususnya Katolik), memang harus berani membuka diri, menelaah kembali dogma-dogma yang selama ini menjadi penghambat dalam perkembangan spiritualitas manusia sesungguhnya.

Jika Gereja Katolik mau jujur, maka ia harus kembali pada pemahanan esensial tentang kata Katolik itu sendiri, yaitu universal. Bukan tidak mungkin bahwa dari hal sepele ini, kedepannya perdebatan-perdebatan dogmatis (tentang nama dan segala macam simbol itu) menjadi sesuatu yang tidak penting lagi.

Bagi saya pribadi pernyataan Sri Paus ini merupakan Kabar Gembira di era Katolik modern. Pernyataan ini seperti jawaban atas apa yang selama ini saya pikirkan tentang Katolik. Saya yakin, suatu saat lebih banyak lagi umat (dalam hal ini Katolik), berani dan mau membuka Mata Batinnya dalam memaknai Kekatolikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang disampaikan Sri Paus tak perlu membuat umat Katolik mejadi “galau”. Sebab esensi perkembangan spiritualitas hendaknya memang harus seperti ini. Sri Paus telah menunjukkan hal ini secara nyata.!

Berikut terjemahan pernyataan Paus Francis. Dirilis Minggu lalu di akhir tahun 2013 :

Versi Indonesia

"Melalui kerendahan hati, pencarian jiwa, dan doa kontemplasi kami mendapat pemahaman baru tentang beberapa dogma. Gereja tidak lagi percaya adanya neraka dimana tempat orang menderita. Doktrin ini tidak cocok dengan cinta kasih tak terbatas dari Allah. Allah bukan hakim tapi teman dan pecinta kemanusiaan. Allah mencari bukan untuk mengutuk tapi hanya untuk merangkul. Seperti dongeng Adam dan Hawa, kami melihat neraka hanyalah alat bahasa saja. Neraka hanyalah perumpamaan tentang jiwa yang terisolir, yang mana semua jiwa pada akhirnya akan bersatu dalam cinta dengan Allah." ~ Paus Francis

English version

"Through humility, soul searching, and prayerful contemplation we have gained a new understanding of certain dogmas. The church no longer believes in a literal hell where people suffer. This doctrine is incompatible with the infinite love of God. God is not a judge but a friend and a lover of humanity. God seeks not to condemn but only to embrace. Like the fable of Adam and Eve, we see hell as a literary device. Hell is merely a metaphor for the isolated soul, which like all souls ultimately will be united in love with God.” ~ Pope Francis

Baca Sumber

_/\_

Djogja, 03-01-2014

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.