Tak Perlu Belajar. Langsung Praktek!
Tanpa disadari, kita sering salah kaprah dengan kata-kata; belajar ikhlas, belajar tulus, belajar pasrah, belajar sabar, dlsb. Letak kesalahannya dimana? Ya itu, kata sifat yang diikuti kata "belajar" di depannya. Pengertiannya menjadi tidak nyambung .
Mungkin karena sudah terbiasa salah kaprah ini, sepintas tidak ada masalah. Akan tetapi, sebenarnya; tulus, ikhlas, pasrah, dlsb, sangat erat kaitannya dengan sikap/laku hidup. Maksudnya, ketika seseorang menginginkan untuk tulus, maka apalagi yang bisa dilakukan yang bersangkutan selain mengambil sikap/bersikap tulus? Inilah yang kemudian disebut langsung praktek.
Jika kata-kata sifat tadi difahami sebagai proses belajar, apakah kemudian kita bisa menentukan dengan pasti kapan kita bisa lulus dan menjadi benar-benar tulus, ikhlas, pasrah, sabar, dlsb? Tidak pasti juga bukan?. Oleh karena itu ketika saya hari ini gagal bersikap tulus, ikhlas, pasrah, sabar, dlsb, dalam memberi perhatian pada sesuatu, maka apalagi yang bisa saya lakukan selain mengambil sikap yang sama pada keesokan harinya? Demikianlah seterusnya.
Langsung praktek sudah termasuk satu paket. Itu berarti didalamnya terdapat proses mendisiplinkan diri untuk terus ingat agar dapat bersikap tulus, ikhlas, pasrah, sabar, dlsb. Sekali lagi, inilah sikap hidup. Intuisi kita seharusnya secara otomastis berperan sehingga kita bisa langsung tahu yang mana yang seharusnya bisa dipelajari terlebih dahulu dan mana yang langsung bisa kita praktekkan dalam hidup.
Namun, harus di perhatikan untuk beberapa kata di atas, kata "pasrah". Dalam kenyataan hidup tertentu, kita juga tidak boleh pasrah-pasrah saja. Misalnya ketika ada orang lain yang ingin merongrong kebebasan berpikir Anda, maka Anda tidak boleh pasrah saja menerima apa yang di katakan orang lain. Siapapun itu! Sebab Anda dapat berpikir bebas tentang hal apapun dalam kehidupan ini. Anda berhak memberi nilai pada apapun yang Anda pikirkan. Bebas dan tak ada yang melarang. Siapakah yang mampu membatasi pikiran?.
Yang paling penting disini adalah mengasah intuisi agar semakin mampu melihat dengan mata batin sendiri, sehingga kita tahu yang mana saja nilai-nilai yang berisi energi/muatan positif maupun negatif. Yang mana yang cocok atau tidak cocok untuk Anda.
_/\_
Djogja, 07-01-2014
Djogja, 07-01-2014

Tidak ada komentar