Header Ads

ads

Cinta dan Benci

Cinta dan Benci

Pertanyaanmu adalah, bahwa aku mengatakan cinta dan benci adalah dari energi yang sama; lalu mengapa ada begitu banyak kebencian di dunia dan tidak begitu banyak cinta?

Ini karena tidak ada yang pernah mengajarkanmu tentang kebencian; karenanya, kebencian tetap murni, tidak dipalsukan. Tidak ada yang peduli tentang engkau, tidak ada yang memberitahumu bagaimana cara membenci, siapa yang harus dibenci. Karena kebencian dibiarkan tidak tersentuh oleh orang tuamu, gurumu, dan imammu, ia memiliki suatu kemurnian, satu ketulusan.

Ketika seorang pria membencimu, engkau dapat percaya bahwa ia membencimu. Tapi ketika ia mencintaimu, engkau tidak bisa percaya padanya.

Engkau tahu benar bahwa ketika engkau membenci seseorang, itu memiliki kekuatan yang luar biasa, dan ketika engkau mencintai seseorang tidak ada kekuatan itu. Engkau ingat musuhmu lebih daripada temanmu. Engkau bisa melupakan temanmu, tetapi engkau tidak bisa melupakan musuhmu.

Apa yang terjadi?

Hal ini karena cintamu telah menyimpang, dan sesuatu yang tidak nyata, yang bukan cinta, telah diserahkan kepadamu. Dan engkau telah bermain dengan mainan yang disebut cinta, tidak menyadari bahwa engkau memiliki potensi cinta dalam dirimu.

Jadi, ketika engkau mencintai itu hanya biasa-biasa saja, sedalam kulit. Menggaruknya sedikit dan itu hilang. Tetapi ketika engkau membenci, engkau membenci dari dalam ususmu. Kebencianmu tidak sedalam kulit – tapi sampai ke usus.

Aku terkejut betapa murni kebencian yang engkau memiliki, betapa asli, alami, spontan. Dan hanya karena sifatnya spontan, alami, asli, murni, aku melihat di dalamnya ada suatu keindahan yang tidak ada di cintamu. Cintamu hanya sekedar basa-basi palsu.

Ini adalah alasan mengapa di dunia engkau tidak melihat banyak cinta dan engkau melihat begitu banyak kebencian.

Engkau mendengarkan terlalu banyak pembicaraan tentang cinta di dunia. Setiap orang mencintai orang lain, berbicara tentang cinta, tapi itu semua pembicaraan: bla-bla-bla! Ini terus berlangsung di seluruh dunia. Setiap orang berbicara tentang cinta – dialog indah – tetapi sebenarnya engkau melihat kebencian di mana-mana.

Agama saling membenci. Negara saling membenci. Partai-partai politik saling membenci. Golongan saling benci satu sama lain. Teruslah melihat dan engkau akan terkejut betapa banyak sumber kebencian yang ada.

Dan setiap sepuluh tahun, dua belas tahun, engkau perlu perang dunia – begitu banyak kebencian dan itu terus menumpuk. Setiap hari engkau terus mengekspresikan kebencian yang memisahkan – tetap saja itu terus menumpuk begitu banyaknya hingga setiap sepuluh, dua puluh tahun, ia meledak menjadi perang dunia.

Dalam tiga ribu tahun, lima ribu perang telah terjadi di dunia. Siapa yang bertanggung jawab? Pembuat baik (good-doers; yang terobsesi pada perbuatan baik) yang terus menerus mengejarmu, mengajarkanmu tentang cinta, kebaikan, belas kasih. Tidak ada yang mengajarkanmu tentang kebencian, sehingga ia masih ada, jauh lebih kuat, jauh lebih hidup dan muda dan segar.

Aku ingin suatu waktu datang ketika tidak ada yang mengajarkanmu tentang cinta pula. Engkau sebaiknya dibiarkan sendiri. Engkau sebaiknya diberitahu untuk menjadi lebih sadar tentang apa pun yang terjadi padamu – benci atau cinta, itu tidak penting.

Yang penting adalah bahwa jika engkau membenci, bencilah dengan kesadaran. Jika engkau mencintai, cintailah dengan kesadaran.

Jika aku akan mengajarkanmu, aku tidak akan memberitahumu siapa yang perlu dicintai, bagaimana mencintai. Itu semua omong kosong. Cinta adalah kualitas hakikimu, kualitas sejatimu. Engkau lahir dengan itu, seperti kebencian juga ada. Aku akan mengajarkanmu, sadarlah.

Sebelum terjadi sesuatu padamu – cinta atau benci, marah, gairah, kasih sayang, apa pun – sadarilah. Biarkan semuanya muncul dari kesadaranmu.

Dan keajaiban dari kesadaran adalah bahwa tanpa engkau mengatakan apa-apa, tanpa engkau melakukan apa-apa, kesadaran hanya melarutkan semua yang buruk dalam dirimu ke dalam semua yang indah. Kesadaran adalah kekuatan yang merubah.

Misalnya, jika engkau menyadari kemarahan, ia akan hilang. Jika engkau menyadari cinta, itu akan menjadi lebih kuat. Jika ada kebencian dan engkau menjadi sadar akan hal itu, itu akan hilang, lenyap. Segera engkau akan menemukan bahwa awan kebencian telah menghilang dan sebagai gantinya satu kualitas yang benar-benar berlawanan – campuran dari kasih sayang, kebaikan, cinta – telah tertinggalkan seperti aroma.

Bagiku ini adalah kriterianya:
Apapun yang menjadi bertambah dengan adanya kesadaranmu adalah kebajikan.Apapun yang menghilang dengan adanya kesadaranmu adalah dosa. Bagiku inilah maknanya.

Aku tidak menamai tindakan apapun sebagai dosa, kebajikan, benar, salah – tindakan tidak memiliki kualitas itu. Ini adalah kesadaranmu.

Coba saja dan engkau akan menjadi terkejut/kagum bahwa ada hal-hal di dalammu yang tidak dapat bertahan di depan kesadaran, mereka menghilang begitu saja. Kesadaran berfungsi hampir seperti sihir.

Dan apa yang aku katakan, engkau dapat berexperimen dengannya. Aku tidak mengatakan kepadamu untuk percaya akan itu, karena kepercayaan tidak akan membantu. Engkau harus bereksperimen dengannya. Engkau akan harus melihat, dengan hal-hal yang berbeda di dalam dirimu, apa yang tersisa dan apa yang menghilang.

Dan hanya engkau yang dapat menemukan apa yang tepat untukmu dan apa yang salah untukmu. Kemudian jagalah benang kesadaran dalam semua tindakanmu, dan dalam hidupmu engkau tidak akan menemukan kebencian, kemarahan, kecemburuan apapun. Bukan karena engkau telah melepaskan mereka, bukan karena engkau telah menekan mereka, bukan karena engkau bagaimanapun menyingkirkan mereka, bukan karena engkau telah berlatih melakukan sesuatu terhadap mereka. Tidak, engkau tidak melakukan apa-apa, engkau bahkan belum menyentuh mereka.

Ini adalah keindahan dari kesadaran: ia tidak pernah mengekang apapun; tetapi ada hal-hal yang meleleh begitu saja dalam cahaya kesadaran dan berubah. Dan ada hal-hal yang menjadi lebih kukuh, lebih terpadu, lebih mendalam, lebih kuat: cinta, kasih sayang, kebaikan, keramahan, pemahaman.

OSHO – From Misery to enlightenment, Chpt 13

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.