Peekay, Alien Culun Pembawa Tuhan
Berawal dari makhluk asing yang datang dari planet lain. Turun ke bumi dalam rupa manusia. Tanpa nama, tanpa busana, kecuali sebuah remote control yang melingkar di lehernya seperti sebuah kalung. Ia mengemban misi penelitian. Akan tetapi saat itu ia sama sekali tidak mengerti bahasa yang digunakan manusia. Karena ternyata di dunia mereka, bahasa yang dipakai adalah bahasa pikiran. Atau lebih tepatnya berbicara dengan menggunakan pikiran.
Sesaat setelah si alien ini menginjakkan kakinya ke bumi, untuk pertama kalinya ia bertemu dengan spesies asing di sebuah jalur kereta api. Konon makhluk ini adalah paling superior di muka bumi. Makhluk itu adalah manusia. Namun sungguh sial baginya, pertemuan perdana itu ternyata merupakan pertemuan yang menjengkelkan bagi si alien. Manusia itu merampas remote control yang melingkar di lehernya. Membuat alien tersebut panik dan kebingungan, sebab remote itu adalah satu-satunya alat yang bisa ia gunakan untuk menghubungi pesawat luar angkasa yang akan menjemputnya pulang kembali ke planetnya.
Dalam kebingungan tersebut si alien berjuang mendapatkan kembali remote control-nya. Setelah ia menyerap bahasa manusia hanya dengan memegang tangan mereka, Peekay pun berhasil berkomukasi dengan manusia. Satu pelajaran berharga baginya mampu berbicara dengan bahasa yang digunakan manusia di Bumi. Kemudian ia pun berbaur dengan beragam perangai manusia di bumi. Memakai pakaian yang diambilnya dari mobil bergoyang, agar ia kelihatan sama seperti manusia lainnya. Sama-sama memakai baju.
Hari demi hari si alien menjalani kehidupan bersama manusia. Dan semakin hari ia semakin memahami makhluk aneh bernama manusia ini. Namun ada satu hal yang membuatnya tetap bingung. Tak ada satupun manusia yang dapat membantunya menemukan remote control itu. Polisi juga tidak bisa bantu.
Setiap manusia yang ia temui untuk membantunya menemukan remote control itu, hanya bisa berkata, "Hanya Tuhan yang bisa membantumu". Berkali-kali ia berusaha mendapatkan pertolongan, namun sebanyak itu pula ia mendapat jawaban yang sama dari manusia. Manusia menganggapnya sebagai orang mabuk (Peekay). "Hanya karena sebuah remote control kenapa urusannya jadi ribet banget". Begitulah kira-kira pikiran manusia terhadap dirinya. Mungkin mereka pikir itu remote TV biasa, padahal remote tersebut adalah kunci untuk bisa pulang bagi si alien.
Karena sudah terlalu sering dianggap mabuk, maka melekatlah sebutan Peekay itu. Dan menjadi satu-satunya nama bagi dirinya di Bumi yang asing. Awalnya ia tak memiliki nama apapun, kini manusia memanggilnya Peekay (PK).
Peekay masih berjuang mencari remote-nya sendirian. Sampai pada akhirnya ia sendiri penasaran dengan sosok Tuhan, yang menurut manusia hanya dia saja yang bisa membantunya dalam menemukan remote tersebut. Dalam pencarian dan investigasinya itu, ia justru semakin bingung. Ia menemukan hal yang janggal. Kenapa begitu banyak Tuhan di Bumi ini?. Kenapa manusia memiliki Tuhan yang tidak sama?. Kenapa juga manusia membuatkan rumah (tempat ibadah) yang berbeda-beda untuk-Nya?. Kenapa manusia melayaninya dengan cara berbeda-beda?. Dan kenapa pula "batang hidung" Tuhan tak pernah tampak? Kenapa manusia membuatnya semakin bingung, sebenarnya Tuhan yang mana yang harus ia temui?
Akan tetapi, walaupun ia tahu bahwa di planetnya tidak ada sosok Tuhan seperti yang dipikirkan manusia di bumi, Peekay tetap menuruti saja gelagat manusia. Baginya yang penting bisa bertemu dengan Tuhan. Dan apakah Tuhan yang diceritakan manusia ini sungguh-sungguh dukun ajaib yang bisa membantunya menemukan remote control itu. Peekay pun mulai pergi ke kuil, ke gereja, ke masjid, dan ke semua tempat yang disakralkan manusia untuk memuliakan Tuhan. Ia melakukan semua ritual seperti yang dilakukan manusia.
Namun bukannya menemukan si Tuhan, ia justru bertambah bingung. Karena jika Tuhan itu satu, kenapa ritual pemujaanmya sangat beragam?. Setiap rumah Tuhan yang ia masukki memiliki ritual yang berbeda. Dimana setiap ritual di rumah tuhan yang satu, tidak bisa diaplikasikan di rumah Tuhan yang lainnya lagi. Bagi Peekay hal seperti ini adalah keanehan. "Manusia di planet Bumi ini benar-benar gila". Itu mungkin yang ada dipikiran Peekay. Disaat remote control itu belum ia temukan, ia terlebih dahulu harus menghadapi kegilaan manusia tentang Tuhan mereka. Ia sama sekali tidak menemukan sosok Tuhan, si dukun ajaib yang katanya bisa mengembalikan barang hilang itu.
Seiring berlalunya waktu, Peekay pun akhirnya bertemu seorang bernama Jaggu. Wanita cantik yang menaruh rasa penasaran terhadapnya. Ia pun berjanji membantunya menemukan remote tersebut. Untuk diketahui, Jaggu adalah seorang perempuan cantik, yang didalam hatinya memendam kekecewaan, sebagai konsekwensi kegilaan manusia terhadap sosok bernama Tuhan itu. Ia terpaksa harus kecewa karena gagal menikah akibat perbedaan agama. Ada skenario licik yang disusun oleh pemuka agama yang dianut Jaggu, sehingga ia harus kehilangan kekasihnya bernama Safarash.
Baca juga :
Jaggu sebenarnya tidak sadar sudah masuk dalam permainan licik ayahnya bersama Tapaswi, seorang pemuka agama yang memberi ia nama waktu kecil. Namun bersama Peekay, Jaggu berhasil mengungkap aksi tipu-tipu Tapaswi. Akhirnya semua terbukalah kebusukan-kebusukan Tapaswi, manusia gendut bertuhan ini. Berkat kecerdasan ilahiah Peekay, Jaggu pun bertemu kembali dengan Safarash. Barang keramat berupa remote control itu pun kembali ke tangan Peekay. Bukan karena ada sosok Tuhan yang tiba-tiba dating memberikan remote itu kepadanya. Akan tetapi karena ia telah memenangkan tatap muka dengan Tapaswi melalui perdebatan.
Namun perjuangan Peekay dalam mendapatkan kembali remote itu harus dibayar mahal. Ia harus kehilangan sahabatnya yang telah menangkap pencuri remote tersebut. Sahabatnya tewas dalam sebuah aksi terorisme, sesaat setelah ia turun dari kereta api bersama pencuri yang akan dipertemukan dengan Peekay. Peekay tak sempat bertatap muka dengan si pencuri karena ia jugs tak luput dari ledakan bom yang mematikan itu. Akan tetapi sebelum peristiwa nahas itu terjadi Peekay sudah diberitahu oleh sahabatnya itu, bahwa pencuri tersebut telah menjual remote control-nya kepada si gendut Tapaswi. Akhirnya semua juga tahu, ternyata selama ini Tapaswi menggunakan remote tersebut sebagai alat hipnotis untuk berjualan Tuhan kepada manusia (pengikutnya).
Sesaat setelah si alien ini menginjakkan kakinya ke bumi, untuk pertama kalinya ia bertemu dengan spesies asing di sebuah jalur kereta api. Konon makhluk ini adalah paling superior di muka bumi. Makhluk itu adalah manusia. Namun sungguh sial baginya, pertemuan perdana itu ternyata merupakan pertemuan yang menjengkelkan bagi si alien. Manusia itu merampas remote control yang melingkar di lehernya. Membuat alien tersebut panik dan kebingungan, sebab remote itu adalah satu-satunya alat yang bisa ia gunakan untuk menghubungi pesawat luar angkasa yang akan menjemputnya pulang kembali ke planetnya.
Dalam kebingungan tersebut si alien berjuang mendapatkan kembali remote control-nya. Setelah ia menyerap bahasa manusia hanya dengan memegang tangan mereka, Peekay pun berhasil berkomukasi dengan manusia. Satu pelajaran berharga baginya mampu berbicara dengan bahasa yang digunakan manusia di Bumi. Kemudian ia pun berbaur dengan beragam perangai manusia di bumi. Memakai pakaian yang diambilnya dari mobil bergoyang, agar ia kelihatan sama seperti manusia lainnya. Sama-sama memakai baju.
Hari demi hari si alien menjalani kehidupan bersama manusia. Dan semakin hari ia semakin memahami makhluk aneh bernama manusia ini. Namun ada satu hal yang membuatnya tetap bingung. Tak ada satupun manusia yang dapat membantunya menemukan remote control itu. Polisi juga tidak bisa bantu.
Setiap manusia yang ia temui untuk membantunya menemukan remote control itu, hanya bisa berkata, "Hanya Tuhan yang bisa membantumu". Berkali-kali ia berusaha mendapatkan pertolongan, namun sebanyak itu pula ia mendapat jawaban yang sama dari manusia. Manusia menganggapnya sebagai orang mabuk (Peekay). "Hanya karena sebuah remote control kenapa urusannya jadi ribet banget". Begitulah kira-kira pikiran manusia terhadap dirinya. Mungkin mereka pikir itu remote TV biasa, padahal remote tersebut adalah kunci untuk bisa pulang bagi si alien.
Karena sudah terlalu sering dianggap mabuk, maka melekatlah sebutan Peekay itu. Dan menjadi satu-satunya nama bagi dirinya di Bumi yang asing. Awalnya ia tak memiliki nama apapun, kini manusia memanggilnya Peekay (PK).
Peekay masih berjuang mencari remote-nya sendirian. Sampai pada akhirnya ia sendiri penasaran dengan sosok Tuhan, yang menurut manusia hanya dia saja yang bisa membantunya dalam menemukan remote tersebut. Dalam pencarian dan investigasinya itu, ia justru semakin bingung. Ia menemukan hal yang janggal. Kenapa begitu banyak Tuhan di Bumi ini?. Kenapa manusia memiliki Tuhan yang tidak sama?. Kenapa juga manusia membuatkan rumah (tempat ibadah) yang berbeda-beda untuk-Nya?. Kenapa manusia melayaninya dengan cara berbeda-beda?. Dan kenapa pula "batang hidung" Tuhan tak pernah tampak? Kenapa manusia membuatnya semakin bingung, sebenarnya Tuhan yang mana yang harus ia temui?
Akan tetapi, walaupun ia tahu bahwa di planetnya tidak ada sosok Tuhan seperti yang dipikirkan manusia di bumi, Peekay tetap menuruti saja gelagat manusia. Baginya yang penting bisa bertemu dengan Tuhan. Dan apakah Tuhan yang diceritakan manusia ini sungguh-sungguh dukun ajaib yang bisa membantunya menemukan remote control itu. Peekay pun mulai pergi ke kuil, ke gereja, ke masjid, dan ke semua tempat yang disakralkan manusia untuk memuliakan Tuhan. Ia melakukan semua ritual seperti yang dilakukan manusia.
Namun bukannya menemukan si Tuhan, ia justru bertambah bingung. Karena jika Tuhan itu satu, kenapa ritual pemujaanmya sangat beragam?. Setiap rumah Tuhan yang ia masukki memiliki ritual yang berbeda. Dimana setiap ritual di rumah tuhan yang satu, tidak bisa diaplikasikan di rumah Tuhan yang lainnya lagi. Bagi Peekay hal seperti ini adalah keanehan. "Manusia di planet Bumi ini benar-benar gila". Itu mungkin yang ada dipikiran Peekay. Disaat remote control itu belum ia temukan, ia terlebih dahulu harus menghadapi kegilaan manusia tentang Tuhan mereka. Ia sama sekali tidak menemukan sosok Tuhan, si dukun ajaib yang katanya bisa mengembalikan barang hilang itu.
Seiring berlalunya waktu, Peekay pun akhirnya bertemu seorang bernama Jaggu. Wanita cantik yang menaruh rasa penasaran terhadapnya. Ia pun berjanji membantunya menemukan remote tersebut. Untuk diketahui, Jaggu adalah seorang perempuan cantik, yang didalam hatinya memendam kekecewaan, sebagai konsekwensi kegilaan manusia terhadap sosok bernama Tuhan itu. Ia terpaksa harus kecewa karena gagal menikah akibat perbedaan agama. Ada skenario licik yang disusun oleh pemuka agama yang dianut Jaggu, sehingga ia harus kehilangan kekasihnya bernama Safarash.
Baca juga :
Jaggu sebenarnya tidak sadar sudah masuk dalam permainan licik ayahnya bersama Tapaswi, seorang pemuka agama yang memberi ia nama waktu kecil. Namun bersama Peekay, Jaggu berhasil mengungkap aksi tipu-tipu Tapaswi. Akhirnya semua terbukalah kebusukan-kebusukan Tapaswi, manusia gendut bertuhan ini. Berkat kecerdasan ilahiah Peekay, Jaggu pun bertemu kembali dengan Safarash. Barang keramat berupa remote control itu pun kembali ke tangan Peekay. Bukan karena ada sosok Tuhan yang tiba-tiba dating memberikan remote itu kepadanya. Akan tetapi karena ia telah memenangkan tatap muka dengan Tapaswi melalui perdebatan.
Namun perjuangan Peekay dalam mendapatkan kembali remote itu harus dibayar mahal. Ia harus kehilangan sahabatnya yang telah menangkap pencuri remote tersebut. Sahabatnya tewas dalam sebuah aksi terorisme, sesaat setelah ia turun dari kereta api bersama pencuri yang akan dipertemukan dengan Peekay. Peekay tak sempat bertatap muka dengan si pencuri karena ia jugs tak luput dari ledakan bom yang mematikan itu. Akan tetapi sebelum peristiwa nahas itu terjadi Peekay sudah diberitahu oleh sahabatnya itu, bahwa pencuri tersebut telah menjual remote control-nya kepada si gendut Tapaswi. Akhirnya semua juga tahu, ternyata selama ini Tapaswi menggunakan remote tersebut sebagai alat hipnotis untuk berjualan Tuhan kepada manusia (pengikutnya).
***
Cerita diatas adalah sinopsis film PK. Film sangat bagus dan layak untuk ditonton. Film yang berani memberi kritik monohok bagi setiap orang yang menontonnya. Yang punya ide mengenai film ini adalah manusia-manusia jenius. Secara pribadi, mereka berhasil meracik pesan yang mau disampaikan pada penonton. Ide utama dari film ini adalah kritik terhadap lembaga keagamaan kotor, yang dipenuhi aksi tipu-tipu. Namun ada hal lain yang jauh lebih penting untuk disimak di dalam film ini, yaitu tentang pengalaman personal Peekay yang berkaitan dengan cara pandang akan Keilahian.
Dari keseluruhan cerita, maka kita akan tahu bahwa semua itu hanyalah tentang simbol belaka. It's all about symbols, nothing else. Agama dengan berbagai perangkat dan ritualnya adalah simbol. Simbol yang siapa saja boleh pakai. Dan bebas mau memilih yang mana saja. Bahkan remote control dan spaceship itu adalah simbol juga. Pertanyaannya kemudian adalah, apa yang mau ditarik/diakses dari simbol-simbol itu? Namun jika semua orang tak mau membuka diri dan berdialog dengan diri sendiri, maka simbol tetap saja simbol. Dan hal esensial yang sebenarnya tak kan pernah ditemukan. Manusia tak akan pernah menemukan jalannya sendiri.
Dan jika bicara tentang Divine God, maka hal itu pada dasarnya tak perlu dicari kemana-mana, ia sudah ada pada setiap manusia. Bahkan bagi manusia yang tidak menganut agama atau keyakinan manapun dapat menemukan keilahian didalam dirinya. Hanya saja semua itu tergantung pada kesadaran (consciousness) setiap orang. Mau membuka mata batin atau tidak? Melalui film ini, Peekay telah menunjukkan pengalaman personalnya tentang keilahian tersebut di dalam dirinya.
Semakin kita membuka, semakin kita melihat. Semakin kita melihat, maka tampaklah segala sesuatu itu, transparant, telanjang, dan apa adanya. Tak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi. Kita tidak lagi mudah terjebak di dalam dualisme. Kita tidak bisa lagi (dengan mudah) terhipnotis. Kita dapat berfikir secara bebas dan menjadi lebih rasional sebagai manusia.
Namun sebaliknya, jika kesadaran itu hilang (yang disimbolkan dengan remote control itu), maka kita tidak pernah bisa lagi bergerak. Terjebak selamanya disitu. Kita tidak pernah lagi bisa pulang kepada esensi kemanusiaan kita yang sesungguhnya.
Kita mungkin tidak sadar, bahwa selama ini kesadaran berfikir kita telah dicuri bahkan dirampas dengan cara paksa, sehingga kita menjadi semakin kerdil. Kita tak bisa benar-benar menjadi diri sendiri sebagai manusia yang memiliki kehendak bebas. Kita tidak berkembang secara spiritual. Kita tidak berani bicara. Bahkan untuk berfikir saja kita menjadi takut, karena itu dilarang dan haram. Mereka kaum ulama, dan budaya pembentuk paradigma yang keliru, telah menggunakan rasa takut sebagai target untuk melemahkan kemanusiaan dari aspek cara berfikir.
Baca juga :
Sebagai salah satu entitas semesta, Peekay telah menunjukkan bagaimana seharusnya menjadi manusia yang benar-benar utuh. Menjadi manusia merdeka dan apa adanya. Menjadi manusia yang seharusnya mau dan berani membuka diri terhadap kehendak alam semesta. Mau melihat segala sesuatu dengan transparan. Dan tidak lagi tenggelam dalam tipu daya yang dilakukan oleh sekelompok orang demi memenuhi keinginan mereka sendiri. Entah itu keuntungan material, nama atau posisi didalam masyarakat.
Namun pengalaman seperti Peekay ini harus dialami sendiri oleh masing-masing pribadi. Itulah mengapa pengalaman spiritual seseorang itu sifatnya sangat personal. Peekay telah mengalami pengalamannya sendiri. Ia telah menjadi makhluk paling spontan dalam cara berfikir. Ia juga memiliki intuisi yang sangat tajam, sehingga nilai-nilai yang bersifat universal itu bisa ia sampaikan dengan mudah dan dengan bahasa yang sederhana.
Bahkan Peekay di film itu digambarkan telah melakukan semua ritual-ritual aneh yang beragam itu. Namun pada akhirnya ia menemukan jawaban/kesimpulannya sendiri. Bahwa semua itu bukan hakikat yang sesungguhnya. Bahkan si cantik Jaggu, dan sebagian besar masyarakat tidak pernah menduga ternyata Peekay mampu membuat mereka merasa merdeka, yang kemudian menjadikan mereka sebagai manusia yang lebih manusiawi. Peekay, si alien culun itu ternyata mampu membuka lebar-lebar mata batin semua orang.
Dalam hal ini, Peekay telah memancarkan Divine God dari dalam dirinya. Dan ia adalah bagian dari itu semua. Jika kemudian muncul pertanyaan baru, Peekay itu agamanya apa? Sungguh pertanyaan ini tidak lagi relevan. Sebab kesadaran Peekay telah melampaui setiap pertanyaan yang mungkin muncul dalam kepala manusia. Kesadaran dan kemerdekaan berfikir dalam rangka menemukan sendiri keilahian dalam diri masing-masing manusia, tidak bisa lagi dikekang oleh sekelompok orang yang memang punya kepentingan.
Peekay ingin menunjukkan kepada manusia bahwa siapapun boleh pakai simbol apa saja. Mau pakai Islam, Hindu, Kristen, Buddha, Sikh, Yahudi, dll. Bahkan mau atheis sekalipun, tidak masalah. Yang paling penting adalah bagaimana setiap manusia bisa menjadi makhluk yang merdeka. Bebas menentukan jalannya sendiri, dan sungguh-sungguh mengalami dengan sadar semua jalan yang dipilihnya. Sebab setiap manusia sudah punya remote control atas dirinya sendiri yang siapapun tidak boleh rampas. Harus dipegang sendiri didalam kepala, dan bukan membiarkan atau menyuruh orang lain yang memeganggnya.
Dari keseluruhan cerita, maka kita akan tahu bahwa semua itu hanyalah tentang simbol belaka. It's all about symbols, nothing else. Agama dengan berbagai perangkat dan ritualnya adalah simbol. Simbol yang siapa saja boleh pakai. Dan bebas mau memilih yang mana saja. Bahkan remote control dan spaceship itu adalah simbol juga. Pertanyaannya kemudian adalah, apa yang mau ditarik/diakses dari simbol-simbol itu? Namun jika semua orang tak mau membuka diri dan berdialog dengan diri sendiri, maka simbol tetap saja simbol. Dan hal esensial yang sebenarnya tak kan pernah ditemukan. Manusia tak akan pernah menemukan jalannya sendiri.
Dan jika bicara tentang Divine God, maka hal itu pada dasarnya tak perlu dicari kemana-mana, ia sudah ada pada setiap manusia. Bahkan bagi manusia yang tidak menganut agama atau keyakinan manapun dapat menemukan keilahian didalam dirinya. Hanya saja semua itu tergantung pada kesadaran (consciousness) setiap orang. Mau membuka mata batin atau tidak? Melalui film ini, Peekay telah menunjukkan pengalaman personalnya tentang keilahian tersebut di dalam dirinya.
Semakin kita membuka, semakin kita melihat. Semakin kita melihat, maka tampaklah segala sesuatu itu, transparant, telanjang, dan apa adanya. Tak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi. Kita tidak lagi mudah terjebak di dalam dualisme. Kita tidak bisa lagi (dengan mudah) terhipnotis. Kita dapat berfikir secara bebas dan menjadi lebih rasional sebagai manusia.
Namun sebaliknya, jika kesadaran itu hilang (yang disimbolkan dengan remote control itu), maka kita tidak pernah bisa lagi bergerak. Terjebak selamanya disitu. Kita tidak pernah lagi bisa pulang kepada esensi kemanusiaan kita yang sesungguhnya.
Kita mungkin tidak sadar, bahwa selama ini kesadaran berfikir kita telah dicuri bahkan dirampas dengan cara paksa, sehingga kita menjadi semakin kerdil. Kita tak bisa benar-benar menjadi diri sendiri sebagai manusia yang memiliki kehendak bebas. Kita tidak berkembang secara spiritual. Kita tidak berani bicara. Bahkan untuk berfikir saja kita menjadi takut, karena itu dilarang dan haram. Mereka kaum ulama, dan budaya pembentuk paradigma yang keliru, telah menggunakan rasa takut sebagai target untuk melemahkan kemanusiaan dari aspek cara berfikir.
Baca juga :
Sebagai salah satu entitas semesta, Peekay telah menunjukkan bagaimana seharusnya menjadi manusia yang benar-benar utuh. Menjadi manusia merdeka dan apa adanya. Menjadi manusia yang seharusnya mau dan berani membuka diri terhadap kehendak alam semesta. Mau melihat segala sesuatu dengan transparan. Dan tidak lagi tenggelam dalam tipu daya yang dilakukan oleh sekelompok orang demi memenuhi keinginan mereka sendiri. Entah itu keuntungan material, nama atau posisi didalam masyarakat.
Namun pengalaman seperti Peekay ini harus dialami sendiri oleh masing-masing pribadi. Itulah mengapa pengalaman spiritual seseorang itu sifatnya sangat personal. Peekay telah mengalami pengalamannya sendiri. Ia telah menjadi makhluk paling spontan dalam cara berfikir. Ia juga memiliki intuisi yang sangat tajam, sehingga nilai-nilai yang bersifat universal itu bisa ia sampaikan dengan mudah dan dengan bahasa yang sederhana.
Bahkan Peekay di film itu digambarkan telah melakukan semua ritual-ritual aneh yang beragam itu. Namun pada akhirnya ia menemukan jawaban/kesimpulannya sendiri. Bahwa semua itu bukan hakikat yang sesungguhnya. Bahkan si cantik Jaggu, dan sebagian besar masyarakat tidak pernah menduga ternyata Peekay mampu membuat mereka merasa merdeka, yang kemudian menjadikan mereka sebagai manusia yang lebih manusiawi. Peekay, si alien culun itu ternyata mampu membuka lebar-lebar mata batin semua orang.
Dalam hal ini, Peekay telah memancarkan Divine God dari dalam dirinya. Dan ia adalah bagian dari itu semua. Jika kemudian muncul pertanyaan baru, Peekay itu agamanya apa? Sungguh pertanyaan ini tidak lagi relevan. Sebab kesadaran Peekay telah melampaui setiap pertanyaan yang mungkin muncul dalam kepala manusia. Kesadaran dan kemerdekaan berfikir dalam rangka menemukan sendiri keilahian dalam diri masing-masing manusia, tidak bisa lagi dikekang oleh sekelompok orang yang memang punya kepentingan.
Peekay ingin menunjukkan kepada manusia bahwa siapapun boleh pakai simbol apa saja. Mau pakai Islam, Hindu, Kristen, Buddha, Sikh, Yahudi, dll. Bahkan mau atheis sekalipun, tidak masalah. Yang paling penting adalah bagaimana setiap manusia bisa menjadi makhluk yang merdeka. Bebas menentukan jalannya sendiri, dan sungguh-sungguh mengalami dengan sadar semua jalan yang dipilihnya. Sebab setiap manusia sudah punya remote control atas dirinya sendiri yang siapapun tidak boleh rampas. Harus dipegang sendiri didalam kepala, dan bukan membiarkan atau menyuruh orang lain yang memeganggnya.
We have our own remote control. Our conciousness is the key to go home, because our mind is like a huge spaceship. We can use it to move to beyond.
P.S : Bagi yang ingin menyaksikan kisah lengkap film PK, bisa di browsing di Google dengan mengetikkan keywords "Nonton Film PK (2014)".
Selamat menonton!
_/\_
Seruni, 220115
Selamat menonton!
Seruni, 220115

Tidak ada komentar