Header Ads

ads

Bukalah Sendiri

Bukalah Sendiri

Kau mungkin telah mengajarkan kepada anak-anakmu agar suatu saat mereka menaklukkan dunia ini. Apa yang ada di kepalamu, juga di meja-meja yang dipenuhi tumpukan buku, semata-mata adalah untuk menjadikan mereka sebagai Pemegang Piala, dan bukan melepaskan keikhlasan untuk tumbuh bersama sebagai Manusia. Ya, sungguh sebagai Manusia.

Karena itulah, Kau menjadi begitu terikat pada keinginanmu itu. Bagimu menjadi pemenang adalah segalanya. Hanya itulah yang ada dalam pikiranmu. Diluar itu adalah Kau anggap sebagai Penderitaan. Lalu setiap saat Kau tunjukkan kepada mereka jalan menuju Kemenangan itu. Kau jadikan hal itu sebagai alasan bagi sebuah "Kebahagiaan". Bahkan Kau menyebut hal itu sebagai (ekspresi) Cinta?.

Kau telah menjadikan dirimu sebagai Guru Kehidupan bagi mereka. Seolah-olah Kau mengetahui segala-galanya tentang sebuah "Perjalanan Jiwa". Kau lupa bahwa setiap Tangisan Bayi yang datang pertama kali dari "Rahim Semesta" ini, kelak akan mendapati Kehidupan mereka sendiri. Saat itu Kau akan tahu, bahwa dunia mereka adalah dunia yang begitu asing bagimu.

Tapi seperti itulah yang terjadi. Sebab kepadamu juga telah dikatakan berkali-kali oleh Penunjuk Jalan dimasa lalu tentang bagaimana menaklukkan setiap puncak dalam pendakianmu itu. Tetapi tak seorangpun pernah berkata, "Turunlah. Pulanglah kepada Batinmu di bibir pantai." Demikianlah, sehingga anak-anakmu pun bertarung dengan pikiran mereka yang sesungguhnya adalah pikiranmu sendiri. Sebuah pikiran tentang ilusi kemenangan dalam keabadian.

Tak mudah untuk mengerti hal ini. Bahkan tak satupun kitab yang pernah ditulis, mampu membuka pintu agar Batinmu datang pada sebuah pengertian. Kecuali Kau sendirilah yang membukanya dengan sungguh-sungguh. Jika ini Kau lakukan, maka pengertian itu akan datang dengan sendirinya menghampirimu. Setiap saat. Dan ketika Kau sampai pada sebuah pengertian itu, maka berbagilah kepada anak-anakmu tentang hal ini. Sungguh-sungguh sebagai manusia. Saat Ini dan di sepanjang Usiamu.

Amen.

_/\_

Karimawatn, 26-07-2015

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.