Header Ads

ads

Dia, Sang Awal Mula

Dia, Sang Awal Mula

Disini, saat ini aku akan memulainya. Aku akan berbicara kepada kamu tentang segala peristiwa dimusim yang lalu. Saat semua bentuk kehidupan tak dapat lagi ku kecup dalam berbagai rasa. Dahaga dalam pengembaraan tubuh. Keringnya jiwa dan waktu yang menua dan rapuh.

Disini, saat ini, aku masih menunggu batinmu terbuka. Biarkanlah cahaya itu menyatu dengan letupan nadimu. Sebab Dialah sumber dari segala terang di Bumi.

Disini, saat ini, adalah permulaan dari setiap kelahiran aksara. Akan kukatakan kepadamu tentang nada-nada yang bersembunyi di balik keringnya usiamu. Dan gugur bersama musim yang selalu pergi meninggalkanmu.

Disini, saat ini, segalanya adalah tentang awal mula perjalanan cinta dan air mata. Itulah Dia, yang akan menyertai setiap jejakmu menuju kekosongan. Sebab Ibumu adalah Ketiadaaan.

Disini, dan mulai saat ini, aku akan mengatakan kepadamu berbagai rupa tentang Dia yang menjelma di luar kesadaranmu. Dia yang telah hadir tepat di depanmu. Namun tatapmu selalu berpaling dari wajahnya. Kau kenakan tubuh dan pikiranmu untuk mengecap sari nafasnya. Namun kau mendapai jiwamu tersungkur, letih tak berdaya. Ada saatnya kau tertawa, kemudian sirna dalam nestapa.

Ketahuilah, bahwa derasnya air tak kan lagi dapat kau bendung. Lincahnya angin tak kan mungkin kau tangkap. Panasnya api, tak kan mungkin kau ubah kembali menjadi butiran embun. Semuanya itu tak kan bisa kau sangkal. Dan segalanya tentang Dia adalah selalu Permulaan. Ia yang tak kan pernah mati.

Itulah Dia Sang Awal Mula. Dia yang akan selalu berganti rupa dalam setiap jebakan waktumu. Kau akan bersatu dengannya pada nafas yang paling akhir. Namun rohnya akan selalu mencipta, mulai dari permulaannya kembali. Sama seperti ketika Engkau menangis saat berpisah dari Rahim Ibumu.

_/\_

Karimawatn, 22-08-2016

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.