Header Ads

ads

Setitik Air


Jika sekedar melarungkan baik atau buruk pengalaman masa lalu, maka hal itu tidaklah sulit untuk dilakukan. Cukup berkedip sambil nyengir saja kita sudah bisa berkata, "Ah, Aku (pasti) melupakan segalanya".

Namun, memaksakan diri untuk melupakan segala hal yang pernah terjadi dimasa lalu, baik atau buruk, maka hal itu tidak mungkin bisa dilakukan. Kita hanya bisa belajar untuk selalu sadar. Sadari saja setiap pikiran yang selalu datang silih berganti tanpa pernah diundang. Sadari juga bagaimana pikiran itu "bermain-main" di dalam sana, apa maunya, bagaimana bentuk emosi yang diciptakannya dan kemana semuanya itu akan bermuara.

Jika memang segala sesuatu yang disadari itu harus hanyut kembali, setidaknya Diri ini menjadi lebih ikhlas. Lanjutkan kembali perjalanan ini dengan membawa rasa syukur penuh suka cita.

Dan manakala batin menjadi semakin terang, maka apapun bentuk aral rintangan yang mungkin hadir dikemudian hari bukan lagi menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tak perlu menjadikan kecemasan sebagai alasan untuk mencapai kebahagiaan. Sebab jika memang harus tersangkut, batin yang dewasa selalu tahu bagaimana harus berdamai dengan setiap keadaan. Dan ia "mencintai" kehidupan ini dengan apa adanya.

Ya, tentu saja ada hal yang tidak bisa kita lawan didalam kehidupan ini, sebab misteri adalah bagian dari setiap perjalanan. Kita hanyalah setitik air didalam sungai yang sangat besar yang disebut Semesta. Ikhlas mengalir didalamnya jauh lebih baik daripada menolak menjadi "Tua".

_/\_

Karimawatn, 01-02-2017

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.