Header Ads

ads

Bangkai Kehidupan

Bangkai Kehidupan

Dan riuh gerak anak manusia seringkali melahirkan tipuan demi tipuan yang berbiak dibawah jiwa-jiwa belukar. Ada kalanya ia terlihat seperti sebuah oase di tengah gurun. Serupa derasnya janji tuk segera melunasi setiap dahaga. Namun, tidak sebutir embun pun mampu menyejukkan setiap rapal mantra yang dilambungkan ke langit.

Adakalanya mereka, riuh gerak itu, berubah menjadi derap langkah para serdadu, berjalan dengan memegang tombak dan pedang. Mereka berlarian dengan taktik yang acak, menyerang benteng-benteng sunyi, seakan mereka mampu menghancurkan setiap sudut batin yang berteriak memohon pertolongan dari sumber kehidupan.

Saat satu katapul merobohkan salah satu benteng, maka saat itu pula berpuluh-puluh benteng lain berdiri dengan perkasa, menjulang ke angkasa. Dan mereka pun menjelma benteng yang berdiri diatas cadas tak bernyawa.

Riuh gerak itu, dan pikuknya keinginan anak manusia, seringkali juga menampakkan diri dalam wajahnya yang sombong. Ia kerap datang dalam rupa malaikat dan memenjarakan setiap jiwa yang merindukan keheningan. Dicampakkannya jiwa-jiwa itu ke dalam ruang tawa yang sembab oleh airmata di sepanjang musim.

Itu sebabnya, jiwa-jiwa yang sunyi selalu merintih dalam kesepian yang panjang. Dan mereka takkan pernah bisa mengubah setiap kesempatan menjadi keheningan yang sungguh mendekap setiap makna. Sebab begitulah ruas-ruas waktu, telah membungkam dan membuat roh kehidupan yang seringkali terjebak disetiap jalan pintas yang mereka ambil.

Dan mereka pun menjadi asing di rumah batinnya sendiri. Mereka senantiasa datang ke sebuah padang ketakutan yang membentang tak terhingga. Walau setiap nyanyian dilantunkan, setiap gendang ditabuh, setiap tarian digelar, dan setiap lampu dinyalakan, disitu--dipadang itu tak ada lagi satupun hakikat yang tersisa kecuali riuh pikiran anak manusia yang selalu mendamba peperangan dengan dirinya sendiri, tak berakhir disepanjang hayat.

Kuil-kuil yang arif, satu-persatu tumbang dan akan menjadi bangkai kehidupan dalam timbunan sejarah.

***

Karimawatn, 21-05-2017

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.