Hanya Ada Satu Jalan
Dengan susah payah, Kita selalu mencari jalan terbaik demi menggenapkan setiap gairah yang tak kan pernah purna. Sedangkan waktu selalu membuahi setiap keinginan dan melahirkan ambisi-ambisi baru yang tak pernah habis demi sebuah pengakuan dunia, demi pamrih, demi nama baik, demi status, demi surga dan demi hal lain yang senantiasa ingin Kita rengkuh.
Namun adakah jalan yang lebih baik dari jalan saat ini? Bukankah Kita sedang menapak pada satu jalan yang bukan mimpi atau khayalan? Adakah yang lebih baik dari kenyataan saat ini? Mengapa Kita merindukan jalan yang bukan jalan? Mengapa Kita menghakimi pijakan Kita saat ini?
Mungkin saja jalan yang Kita lalui saat ini dipenuhi lumpur ketika hujan, atau berubah menjadi krikil tajam di saat kemarau, yang membuat setiap nadi pecah dan terluka. Tapi inilah jalan, satu-satunya jalan yang Kita harus Kita lalui. Tidak ada jalan yang lebih baik dari ini. Inilah Jalan Kehidupan yang harus Kita tapaki tanpa harus mengumpat kepada setiap musim yang kita temui dalam setiap perhentian kita.
Teruslah bersenandung dalam setiap langkah, bernyanyilah walau mungkin setiap orang takkan mendengarkan. Nikmatilah setiap warna lumpur yang melekat di telapak kesadaran kita. Perhatikanlah dengan seksama setiap luka yang mengalir akibat kelupaan Kita.
Semua ini wajar, semua ini baik adanya, terima saja. Tak perlu menginginkan jalan orang lain. Tak perlu merasa cemas karena di tepian jalan kita tidak dipenuhi bunga-bunga seperti di jalan mereka. Tak perlu memaksa orang lain agar mereka membawa Kita bersama di jalan yang mereka lalui. Jika Kita tak menemui kelopak bunga yang mekar ditepian jalan yang kita lalui, mungkin kita harus mulai belajar menghiasi batin kita sendiri, agar Kita mampu melihat keindahan yang dipancarkan oleh sekelompok ilalang. Dengan demikian Kita tak perlu lagi berdebat, apakah sekuntum mawar lebih indah daripada bunga ilalang.
Inilah jalan, yaitu Jalan Kebenaran dan Hidup yang sesungguhnya. Di jalan ini, kita tak perlu membutuhkan bekal terlalu banyak yang justru memberatkan setiap ayunan langkah Kita. Selalu ada kecukupan apabila Kita mau memenuhi isi kepala ini dengan cahaya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi penyesalan, tidak akan ada lagi kutukan pada masa lalu, dan tidak akan ada kecemasan pada hal yang sebetulnya tidak ada dan tidak nyata.
Dengan memahami jalan ini, maka segalanya tampak semakin hidup, dan bertumbuh didalam batin Kita yang lapang dan lengang dari kebisingan dunia ini. Dengan memahami jalan satu-satunya ini, maka kehidupan bukan lagi menjadi medan perang yang didalamnya Kita terus berjuang dan berperang. Sebab jika demikian, Kita sudah berlaku kejam dengan jiwa sendiri.
Ya, mungkin saja terlalu banyak alasan bagi kita untuk menumpuk kebahagiaan di jalan yang kita pilih, tapi sesekali perhatikanlah, mungkin disaat yang bersamaan Kita justru menanam bibit kecemasan, bahwa Kita takut kehilangan kebahagiaan itu sendiri saat ini.
Sekali lagi tak ada jalan lain, hanya jalan ini saja yang kita lalui. Jalan ini adalah perayaan sukacita tanpa harus mengikutserkatan ketakutan yang menyesatkan. Bukankah Kau telah mendengar, "Bersukacitalah"? Maka, jadilah. Dan melangkahlah dijalan Kegembiraan ini.
_/\_
Karimawatn, 14 Juli 2017

Tidak ada komentar