Header Ads

ads

Kelucuan Paskah

Kelucuan Paskah

Tadi di gereja seorang bapak berkata, bahwa satu-satunya Gubernur yang paling bodoh di dunia adalah Pontius Pilatus, karena dengan statusnya sebagai gubernur ia masih saja tidak tahu prihal kebenaran sehingga ia harus bertanya kepada Yesus, "Apa itu Kebenaran?"

Tetapi sebodoh-bodohnya Pilatus, setidaknya ia pernah bertanya tentang hal itu. Berbeda dengan gubernur jaman now, malahan ada gubernur yang bilang air hujan yang turun dari langit harus dimasukkan kedalam tanah dan bukan dibuang ke laut. Akibatnya berenang semua tuh ikan-ikan berkepala hitam. Mau benar apa salah dia punya kebijakan yang penting terlihat seakan-akan benar.

Dan aku pun berkata, satu-satunya maling (koruptor) yang paling bodoh di dunia adalah Yudas Iskariot, sebab ia bahkan tak sempat memakan tiga puluh keping perak yang diterimanya, justru malah mengembalikannya kepada imam-imam kepala lalu memilih harakiri dengan cara gantung diri.

Tapi sebodoh-bodohnya atau seburuk-buruknya Yudas Iskariot, bahkan dicaci maki ribuan tahun, ia masih sedikit tahu malu. Pergulatan batin yang luar biasa dalam hidupnya kala itu mengantarkan ia pada sebuah keputusan yang paling berani, yaitu lebih memilih mengakhiri hidupnya ketimbang menyewa pengacara. Bukankah Yudas adalah seorang bendahara? Tapi berbeda dengan para maling (koruptor) jaman now, di pengadilan saja mereka masih tampak seakan-akan tak berdosa, bahkan ada yang ngotot mengajukan pra pradilan dan membuat sandiwara nabrak tiang listrik demi mengalihkan perhatian agar lolos dari jeratan hukum. Mengapa kemaluan Yudas lebih besar daripada kemaluan para maling di jaman ini?? Bukankah Yesus pernah bilang, "Adalah lebih baik bagi mereka (koruptor penghianat negara ini) agar tidak dilahirkan saja." Asudahlah.

Dan menurutku penyamun (kriminal) paling beruntung di dunia adalah Barabas, sebab ia bisa tertawa lepas ketika para Yahudi kala itu malah membela dia dan memaksa Pilatus membebaskan dia dari dinginnya bilik penjara. Dan badannya pun ditukar dengan Yesus, lalu ia pergi sambil bernyanyi tra..la..la..tri..li..li...rasain lu Sus.

Namun walaupun Barabas cukup beruntung, setidaknya ia pernah ditahan sebentar dan pasti pernah merasakan bogem mentah para serdadu Romawi kala itu. Berbeda dengan tokoh kriminal jaman now, ada yang terang-terangan suka menghasut, memfitnah, menyebarkan hoax, bahkan sampai memimpin aksi Gendeng 212 demi menjebloskan ikon perlawanan terhadap kaum hipokrit itu ke penjara. Yang aneh adalah ketika yang dijebloskan patuh kepada hukum, sedangkan si kriminal jangankan ditahan sebentar, pulang aja kagak berani. Apa gak malu dengan Barabas? Aku semakin yakin bahwa Barabas memang 100 % lelaki jantan. Beda jauh dengan Si Anu.

Nah, ini bagian bonusnya. Seorang teman tadi bertanya, "Mengapa kalau di gereja itu pasti banyak ibu-ibunya yang hadir?" Si bapak disebelahku menjawab, "Karena ibu-ibu itu semuanya pemegang kartu BPJS yang kepanjangannya adalah "BaPak-BaPak Jarang Sembahyang".

Mendengar itu aku pun berlutut penuh syukur, menengadahkan kepala ke langit lalu berucap, "Syukurlah Tuhan, sebab aku bukanlah bapak-bapak yang memiliki istri. Aku sekarang tahu mengapa Kau membiarkan aku tetap Bujangan sampai hari ini. Terima kasih Tuhan karena Engkau masih memperlihatkan kepadaku kelucuan-kelucuan ini."

Karimawatn, 31 Maret 2018 (Sabtu Suci)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.