Sayatlah Waktu
Sudah berapa lamakah huruf-huruf itu membusuk di jantungmu?. Sedangkan laso yang melilit tenggorokanmu kau biarkan tertawa?.
Sang Pemanah Agung takkan mendengar luruh kepedihanmu. Pun tak juga menyeka lara yang basah di tiang gantung itu. Sebab, kau sendirilah Dia dan bukan siapa-siapa.
Saat panahmu melapuk dalam usiamu, masih ada belati di dalam kepalamu. Cabutlah ia dari keningmu. Pakailah! Sayatlah waktu yang telah menghina Rohmu. Lalu tersenyumlah diam-diam.
_/\_
Seruni, 28-02-2015

Tidak ada komentar