Header Ads

ads

Oh, Kebiasaan!

Oh, Kebiasaan!

Biasanya adikku ngomel kalo ada yang datang ke rumah minta-minta. Entah itu dengan jualan produk, sumbangan, atau cuma datang dengan menengadahkan tangan. Adikku sering bilang, "Ndak usah sering-sering dikasih orang-orang kek gitu, ntar kebiasaan". Oh, orang lain juga banyak bilang begitu.

Kadang aku sih tak peduli. Jika otakku bilang berilah, maka aku akan beri. Tapi kalau tidak, ya tidak. Langsung beri, atau langsung tolak. Tanpa banyak cang-cing-cong.

Tapi kemarin ada pengalaman lucu. Lucu karna kalau diingat lagi sekarang, aku masih bisa ketawa sendiri. Kemarin ada pastor dan rombongan datang ke rumah, setelah paginya dapat SMS bahwa akan ada pemberkatan rumah keliling.

Sampailah gilirannya dirumah Upin-Ipin ini. Beberapa saat sebelum acara dimulai, adikku kelihatan agak gelisah. Lalu mendekatiku dengan sedikit berbisik.

"Bang, mau pakai amplop gak?"

"Ndak usah. Ndak perlu!, jawabku (spontan).

Dimulailah acara pemberkatan itu. Dan bla,.bla,.bla,.bla,.bla,.bla,.bla,.bla. Selesailah acara tersebut hanya dalam beberapa menit. Kemudian rombongan kembali berkeliling ke rumah lain.

Sepertinya adikku masih nggak enakan. Nggak enak, karena berfikir rombongan pastor itu kembali berkeliling dengan tidak ada yang dibawa. Adikku sempat ngomong lagi.

"Emm, tadi dak sempat nyiapin amplop sih".

"Ndak usah pakai amplop-amplopan, ntar kebiasaan"!, kataku, sambil ngemasin lilin ke dapur.

#‎Oh‬, AkuMulaiKebiasaan

NB: Status ini diposting setelah ku perlihatkan tulisan ini kepada adikku. Dan sudah kami bicarakan berdua. Aku hanya bisa berharap adikku bisa menangkap sesuatu dibalik kisah ini.

Seruni, 17-04-2015

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.