Ani, Percayalah Sama Abang
Ketika sedang berbuka puasa, Rhoma dan Ani terlibat obrolan di meja makan. Tak seperti biasa, kali ini menu obrolan mereka menambah menu yang ada di meja makan, yaitu Politik.
"Ani, alhamdullilah ya. Partai kita akhirnya sudah abang ketuk palu kemarin. Kini saatnya abang "bergerilya" mengibarkan bendera partai. Abang lakukan semua ini demi kau Ani, demi Kau. Partai ini adalah kado lebaran terindah untukmu. Semoga kau bahagia menerimanya. Ani sayang, semoga abang tetap menjadi "Pria Bergitar" yang slalu kau "Idam-Idamkan", kini dan kelak nanti. Abang janji tak akan "Begadang" lagi Ani. Sungguh!".
"Iya sayang. Abang janji ya." (sambil memeluk Rhoma)
"Jangan ragu Ani. Percayalah pada abang. Tunggu tanggal mainnya besok. Masih banyak janji-janji yang sedang abang rancang untuk kampanye dari panggung ke panggung."
"Tapi bang, kalau besok abang mulai sibuk kampanye pastinya abang sibuk sekali dan mungkin akan "begadang" terus demi sebuah kemenangan?, Ani mulai galau.
"Kamu ragu dengan pria Idamanmu ini Ani?"
"Bukan gitu bang, cuma masih ada beberapa pertanyaan yang mengganjal di hati Ani. Salah satunya..emmmm..."
"Apa itu sayang?", serobot Rhoma
"Besok kalau kampanye diatas panggung biasanya kan pake acara nyanyi dan joget dangdut. Trus, kalau yang dipakai adalah Boyband Soneta milik abang, yang mau bayar abang dan kawan-kawan siapa Bang?". Ani mulai bingung.
"Oh itu. Kamu memang cerdas Ani. Agaknya hal itu juga harus abang pikirkan dari sekarang. Boyband Soneta tetap harus menjadi "strategi" dalam mengumpulkan massa. Mungkin itu nanti bisa dibicarakan di internal partai. Kamu tenang saja. Abang yang punya Partai, abang juga yang punya Soneta. Bisa diatur itu. Terima kasih sudah mengingatkan abangmu ini sayang." (sambil memeluk Ani).
#SelamatBangRhomaSemogaSuksesPartainya

Tidak ada komentar