Jomblo, Jangan Lupa Buang Angin
Nglilir bengi alias terbangun tengah malam dikarenakan hujan disela El Nino. Headset ngedrop dan Reggae mulai soak ditelinga. Bikin Kopi, bakar menyan, baca FB. Ups, yang nongol di timeline pertama kali adalah 'Kisah Pernikahan di Ambang Pintu, eh,.Perceraian'. Cukup panjang dan dikemas dalam format konsultasi dan sangat menarik untuk menambah ketebalan selimut guna menghangatkan isi kepala. Apalagi bagi seorang jomblo seuzur dan sekaliber saya. Lumayanlah buat Kliping Otak :)
Point masalahnya sih tetap judul lama, 'Selangkah Selingkuh'. Sekali melangkah tetap bersikukuh pilih yang lain. Ya, mau gimana lagi. Selingkuh itu selain menjadi ide bagi 'song writer' dalam menciptakan sebuah lagu, juga telah menjadi momok di dalam kehidupan berumah dan bertangga. Selalu ada tangga di dalam rumah walaupun cuma setinggi jari. Mungkin ada maksudnya juga dibuat begitu, biar yang di dalam bisa ingat terus bahwa jalan pernikahan itu tak serata permukaan kaca. Kalau pas kesandung bisa bilang, "Kembali Ke Laptop!". Artinya ingat lagi pernah buat janji di jaman dulu. Itu pun jika masih dianggap penting. Kalau tidak penting dan tak sesuai dengan 'kekinian', ya sudah, hadapi saja apa yang sedang dan akan terjadi. Mau tekan tombol Reset atau F5, bebas saja. Sesuai 'kebutuhan' jiwa. Toh yang penting adalah saat ini bukan kemarin atau besok. Sebab pertimbangan dan alasan itu seringkali wajahnya sama. 11-12. Jadi, yang sudah lama atau baru saja menikah jangan buru-buru hepi. Jalan masih panjang. Sepanjang hayat dikandung badan. Ah, mulai ngarang nih saya :)
Konon kabarnya (bahasa khas jomblo), berbagai macam momok itu kini menjelma seperti Hantu. Selalu mengintai di sepanjang usia pernikahan. Seringkali Hantu Momok nangkring di pohon-pohon atau mengintip di balik semak-semak belukar di seputaran Mahligai kehidupan Suami-Istri. Kalau si Hantu datang dan mulai menaiki tangga, seisi rumah mulai bergoncang seperti kena gempa. Berantakan seisi rumah.
Ndak tahu kenapa Hantu itu bisa betah ada disitu. Tapi bisa jadi Tuhan mulai bosan ada di rumah. Jadi saat Tuhan keluyuran cari angin, Hantu datang cari kesempatan buat nyolong kedamaian di dalam rumah. Dan ternyata benar. Tuhan jadi kena Kabuhi. Pacman bilang, "Kabuhi in Indonesia is Masuk Angin". Tapi seperti itulah fenomena yang terjadi di masyarakat Merah Putih. Umumnya pernikahan itu diawali dengan perasaan eksaitit. Namun seringkali juga berjalan atau berakhir dengan komplikeitit. Bahkan menyebabkan sembelit atau leher seperti dililit.
Ooo..laa..laa. Seolah-olah ada side job Tuhan untuk menikahkan manusia. Dan manusia dilarang keras menceraikan. Padahal yang menikah dan yang melarang cerai atau yang mau cerai sama-sama manusia juga. Melihat celah ini, Hantu selalu riang gembira. Selalu saja menakut-nakuti di sepanjang jalan pernikahan. Kadang suka dia 'Ciluuup Baa' juga. Ahaaa, Hantu memang kadang suka becanda.
Aneh juga. Seringkali Tuhan dan Hantu itu malah dijadikan kambing hitam pernikahan. Disatu sisi menikah itu karena jodohnya datang dari Tuhan. Disisi lain banyak yang menuduh Hantu biang kerok permasalahan yang berujung perpisahan. Akan tetapi bejibun juga yang bilang amburadulnya pernikahan itu karena skenario Yang Diatas. Oh, yang diatas pastilah Dia yang naik dan ndak pernah turun ke bawah. Siapa lagi kalau bukan Tuhan. Kan begitu katanya. Bolak-balik terus.
Padahal Tuhan dan Hantu kalo lagi ketemu sering ngobrol bareng sambil makan sate kambing. Apalagi kalau Tuhan dan Hantu itu tak lain dan tak bukan adalah Manusia itu sendiri. Yang dengan pikirannya sendiri bisa menjadi Tuhan dan sekaligus Hantu.
Apa yang tersirat dari kisah/konsultasi di atas sepertinya lebih pada how can You handle it. Jika pada level tertentu perceraian adalah satu-satunya jalan yang harus diambil guna mengakhiri drama Politik, eh,.Cinta. (Politik apa Cinta ya.? Hmm, kadang ndak jelas juga sih), maka penyelematan hal-hal yang bersifat psikologis agaknya menjadi pilihan yang lebih baik daripada mempertahankan "Bara Dalam Mahligai Cinta" selama bertahun-tahun lamanya. Oh, keknya bagus buat judul Sinetron (Scene-ne tak seberapa, tapi iklan ne sak Tronton).
Wislah, tak perlu terlalu dalam bicara soal Cinta ala sinetron ini. Apalagi yang ngomong menyandang status jomblo kek saya. Soal Cintrong, orang mungkin lebih percaya Mario Teguh ketimbang Mario Embuh. Makanya ndak heran banyak para jomblo akhirnya memilih curcol tentang kejombloannya di acara 'Salam Syuper' itu. Mungkin sekalian ada yang lirik, mumpung depan kamera. Free Ads.
Aa..haaaa. Sekarang sudah ada fatwa samar-samar yang menyatakan bahwa seorang jomblo yang ngoceh soal Cinta itu haram hukumnya. Apalagi kalau yang dibahas adalah Cinta yang menempel pada status sosial bernama pernikahan. Uhh, bisa-bisa dituduh beretorika soal Ekonomi, eh,.Cinta. Kalaupun ada jomblo yang nekad bicara, ujung-ujungnya diketawain. Mungkin dikira lagi Stand Up Komodo. Bahkan tak jarang jomblo itu di-bully. "Oalah, Mblo,.Mblo,.kowe koq bicara Cinta-Cintaan. Bini aja kowe kagak punya. Wani-wani ne ngomong soal Cinta". Gitu katanya.
Oh, kalau sudah kena semprot pakai kalimat yang seperti itu, mending saya angguk-angguk kepala saja. Sekalian aja biar yang nge-bully puas. Apalagi kalau udah ada kata "bini disitu. Sumpe, orang kek gitu bicara soal fakta cuy. Cintrong harus ada faktanya. Minimal dua alat bukti terpenuhi. Selain menunjukkan KTP, harus juga menambahkan bukti lain berupa "orang". Tentulah bukan orang-orangan sawah. Fakta telah menikah itu kemudian dipertegas dengan memberikan peryataan, "Ini laki gue atau ini bini gue."
Ya begitulah. Kadang dari dalam sana, ada juga Jin yang berbisik, "Mblo,..Ups, sori. Bro,..masak di-bully terus sih?. Bully balik donk. Apa susahnya sih nge-bully manusia yang berpasang-pasangan itu?". Tapi pas malaikat lewat, "Ojo bro. Ojo mbok bully. Keep kalem wae :)"
Sebagai makhluk Bumi apalagi belum menikah di usia kepala tiga plus itu memang sesuatu. Oh, sesuatu banget ketika bertemu siapapun (apalagi konco sepantaran) selalu ditanya "Kapan nikah?". Ada juga yang sok teu langsung nembak, "Eh, anak lo berape bro?". Dari sekian banyak pertanyaan yang muncul, dua pertanyaan diatas adalah yang paling sering muncul. Dan kalau dijawab apa adanya, mereka mulai deh ngelantur. Memberi pandangan ini-itu. Kadang mereka ini seperti orang yang paling ngerti banget tentang pernikahan. Iya, juga sih. Ingat KaTePe cuy, KaTePe. Intinya kehidupan makhluk Bumi yang bernama Jomblo itu seolah-olah dianggap cacat dimata mereka. Kesannya begitu.
So, bagi jenengan yang masih terikat kontrak kejombloan seperti saya, entah itu temporer atau permanent, don't worry be happy. Tak perlu merasa terintimidasi oleh setiap bullying yang datang. Apalagi sampai bunuh diri atau bunuh orang. Tak perlu juga membalas mereka yang menasehati masa depan Anda. Coz, people always make comparisons 'bout this life. Your life is yours. Enjoy!.
Satu hal, jika Anda sedang kena Kabuhi jangan lupa Buang Angin. Dan buanglah dengan cerdas. Sebab orang pintar harus lancar buang Angin. Itu.
_/\_
Karimawatn, 30-08-2015

Tidak ada komentar