Header Ads

ads

Terima Kasih Semesta

Terima Kasih Semesta

Telah Kau hadirkan berkali-kali Cahaya dalam setiap Ruas Jalan ini. Dan suatu ketika, ego terjebak dalam kelupaan panjang manakala ia dipaksa untuk mengutuk setiap jengkal Kegelapan demi merengkuh lebih banyak Cahaya dalam setiap ritual kehidupan. Namun ternyata Kau menghadirkan pengertian akan keseimbangan. Dimana setiap Cahaya yang terlihat oleh batin yang terbuka selalu datang bersamaan dengan Kegelapan itu sendiri. Inilah harmoni semesta. Sudah terjadi Sejak Awal Mula.

Jalan tengah adalah satu-satunya jalan untuk mengerti tentang semua ini. Bukan semata-mata mengagungkan Cahaya dan menjadi buta dalam kesilauan. Melainkan juga menerima kegelapan itu sendiri sebagai Realitas. Sebab kegelapan selalu menyediakan kemungkinan bagi munculnya sebuah pemahaman, yang di dalamnya, cahaya telah dan akan selalu menjadi terang dalam kewajaran. Ia akan senantiasa berada dalam keadaan Apa Adanya.

Dan ketika ego membaringkan tubuhnya lalu menghadap ke langit, Ia tak perlu lagi terbuai oleh pijaran miliaran Bintang beserta seluruh penghuni angkasa lainnya. Tak seharusnya pula Ego tenggelam dalam lautan ketakutan, bahwa suatu saat Ia akan kehilangan semua pesona langit itu. Tapi biarlah Ia menerima realitas dengan ikhlas, bahwa ada ruang gelap yang membuat bintang-bintang itu berpendar dan kemudian merambat sampai kedalam setiap batin manusia yang mengerti. Demikianlah, pengamatan akan hal ini sejatinya tidak hanya terjadi di luar melainkan di dalam.

Oleh karena itu, Ego yang memberi perhatian kepada Dirinya dari dalam tak perlu lagi mencari jawaban atas rahasia langit, yang sebagian mereka menyebutnya sebagai sesuatu yang tak terpikirkan. Setiap ego tak seharusnya berkompetisi mengukir sejarah kehidupan yang akan terlipat sebagai kenangan di rumahnya sendiri, di Bumi ini. Apalagi hal itu dilakukan demi sebuah ide tentang keabadian. Biarkan ego melepaskan dirinya sendiri. Mengalami diri nya secara nyata setiap saat. Apapun Dirinya. Sebab ego yang hidup adalah Batin yang membuka. Dan akan menjadi penyeimbang antara Cahaya dan Kegelapan. Terima Kasih Semesta.

_/\_

Karimawatn, 07-08-2015

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.