Reklame Kehidupan
![]() |
| Anak Simpanse dan anak Gorila yang sedang bermain |
Nak, suatu saat kamu akan tahu bahwa dunia ini dipenuhi dengan berjuta iklan yang begitu menggelikan. Kamu tak perlu malu apabila nanti Kamu harus mentertawai Dirimu sendiri. Sebab, tanpa sadar di sepanjang usiamu yang akan datang, Kamu akan menemui begitu banyak reklame kehidupan yang terpampang disetiap jejak langkahmu.
Mereka menawarkan berbagai produk pikiran mereka yang akan membuatmu lupa akan dirimu sendiri. Boleh jadi Kamu merasa memiliki cukup kekayaan (baca: sumber daya, kesempatan, talenta, kemapanan intelektual, capaian hidup prestisius, dll) untuk membeli dan memakai semua produk itu. Akan tetapi sebenarnya mereka tak begitu peduli dengan semua hal itu.
Mereka tak peduli pada sesuatu yang sudah dari awal Ada padamu, sebab mereka tahu bahwa walaupun engkau miskin (baca: dungu, bodoh, tak membuka), Kamu akan tetap membeli apa yang mereka tawarkan. Mereka tahu bahwa Kamu akan membayar semua yang mereka tawarkan itu dengan Jiwamu. Ya, hanya dengan jiwamu.! Bahkan mungkin tanpa sadar, Dirimu sendiri telah menjadi bagian dari reklame itu tanpa pernah tahu siapa yang telah mencuri batinmu demi sebuah kontrak yang sebenarnya tidak pernah Kau ketahui dan kehendaki sebelumnya.
Disaat hal itu terjadi, maka bersiaplah! Hanya ada dua kemungkinan; pertama, Kamu selamanya akan lupa untuk pulang ke dalam "Batinmu" yang menjadi rumahmu satu-satunya dalam hidup ini karena disepanjang usiamu Kamu lebih memilih untuk tinggal diluar kesadaranmu.
Kedua, mungkin saja pengalaman ini akan menjadi titik awal bagimu untuk mendekap hakikatmu sebagai salah satu entitas yang sungguh-sungguh bukan hanya sebagai daging (corpus) melainkan sekaligus sebagai Roh (spiritus) yang mengalami DiriNya sendiri di dalam kehidupan ini.
Pada fase ini akan muncul begitu saja pengertian-pengertian baru dari semesta kecilmu yang mungkin saja tak serta-merta dapat Kau lukiskan dengan kata-kata. Dan ketika setiap kata menjadi terbatas untuk menjelaskan segalanya, maka hanya batinmu yang hening dan baru saja yang mampu membahasakannya kelak.
Karimawatn, 20-05-2016
Mereka menawarkan berbagai produk pikiran mereka yang akan membuatmu lupa akan dirimu sendiri. Boleh jadi Kamu merasa memiliki cukup kekayaan (baca: sumber daya, kesempatan, talenta, kemapanan intelektual, capaian hidup prestisius, dll) untuk membeli dan memakai semua produk itu. Akan tetapi sebenarnya mereka tak begitu peduli dengan semua hal itu.
Mereka tak peduli pada sesuatu yang sudah dari awal Ada padamu, sebab mereka tahu bahwa walaupun engkau miskin (baca: dungu, bodoh, tak membuka), Kamu akan tetap membeli apa yang mereka tawarkan. Mereka tahu bahwa Kamu akan membayar semua yang mereka tawarkan itu dengan Jiwamu. Ya, hanya dengan jiwamu.! Bahkan mungkin tanpa sadar, Dirimu sendiri telah menjadi bagian dari reklame itu tanpa pernah tahu siapa yang telah mencuri batinmu demi sebuah kontrak yang sebenarnya tidak pernah Kau ketahui dan kehendaki sebelumnya.
Disaat hal itu terjadi, maka bersiaplah! Hanya ada dua kemungkinan; pertama, Kamu selamanya akan lupa untuk pulang ke dalam "Batinmu" yang menjadi rumahmu satu-satunya dalam hidup ini karena disepanjang usiamu Kamu lebih memilih untuk tinggal diluar kesadaranmu.
Kedua, mungkin saja pengalaman ini akan menjadi titik awal bagimu untuk mendekap hakikatmu sebagai salah satu entitas yang sungguh-sungguh bukan hanya sebagai daging (corpus) melainkan sekaligus sebagai Roh (spiritus) yang mengalami DiriNya sendiri di dalam kehidupan ini.
Pada fase ini akan muncul begitu saja pengertian-pengertian baru dari semesta kecilmu yang mungkin saja tak serta-merta dapat Kau lukiskan dengan kata-kata. Dan ketika setiap kata menjadi terbatas untuk menjelaskan segalanya, maka hanya batinmu yang hening dan baru saja yang mampu membahasakannya kelak.
Karimawatn, 20-05-2016
_/\_

Tidak ada komentar