Jangan Kira Otak Rakyat Semuanya "Mangkrak"
Masa dimana negeri ini sibuk berdebat soal klaim kebenaran dengan membawa bendera agama tampaknya perlahan-lahan akan berakhir. Masyarakat sedikit demi sedikit tidak akan lagi peduli dengan berbagai dominasi dogmatis yang berusaha memanfaatkan keterbelakangan cara berfikir demi tujuan politik tertentu. Sebagian besar msyarakat sudah semakin kebal dengan bualan politik berbalut agama. Zaman telah mengubah banyak hal dan tidak akan lagi kembali ke belakang.
Sudah ketahuan, bahwa agama sangat gampang dijadikan senjata untuk merusak tatanan masyarakat yang sebenarnya sudah mulai "melek" terhadap perubahan dunia. Suka tidak suka, agama dan politik adalah dua sisi mata uang yang didalamnya terdapat potensi yang sama untuk disalahgunakan demi tujuan tertentu.
Ketika masyarakat berani dan mau mengakui bahwa institusi agama didalam sejarah perkembangannya juga penuh dengan kelemahan dan hanya dijadikan sebagai bumbu demi tujuan politis, maka hanya ada satu pelajaran yang bisa dipetik dari masa lalu, yaitu masyarakat dikemudian hari diharapkan dapat memandang "Politik" hanyalah sebagai salah satu bentuk "level kesadaran" manusia dalam mengusahakan tatanan kehidupan yang lebih baik dimasa depan.
Memang, Politik tetaplah Politik, yaitu ego kolektif manusia dalam memenuhi keinginannya di Bumi ini. Dan politik tetap saja syarat dengan berbagai kepentingan. Hanya saja sekarang, kita telah diajak untuk naik ke level berikutnya, yaitu bertanggungjawab mengawasi, mengevaluasi dan menjadikan otak kita sendiri sebagai energi yang mampu menjadikan Politik di kemudian hari tetap berada pada "rel" yang semestinya sesuai dengan tuntunan zaman.
Dan mereka yang secara praktis melibatkan diri secara aktif di dunia politik harus faham betul, bahwa semesta terus berdenyut dan selalu mengawasi mereka tanpa henti. Sumpah yang diucapkan dibawah kitab suci apapun, tidak akan mujarab untuk menjadikan diri mereka lebih amanah dikemudian hari apabila mereka sendiri tidak menyadari hakikat bahwa mereka hanyalah sebagai pelayan bagi manusia lainnya. Selesaikanlah banyak hal didalam dirimu sendiri sebelum Kau berusaha menyelesaikan begitu banyak perkara yang ada ditengah masyarakat.
Terlalu banyak bersumpah dalam nama Tuhan, hanya akan mengakibatkan banyak hal menjadi "Mangkrak". Dan ketika hal itu terjadi maka lahirlah sebuah kelucuan baru yang pada akhirnya akan menjadi hiburan siang dan malam bagi "Rakyat" yang sudah cerdas.
Karimawatn, 15-02-2017

Tidak ada komentar