Header Ads

ads

Hujan Dan Politik

Hujan dan Politik

Memang, hujan pada akhirnya tak pernah berdusta, bahwa politik itu adalah suatu keniscayaan. Akan tetapi berbagai atribut moral yang dipakai demi meloloskan sebuah keinginan politis bukanlah menjadi penentu bahwa Politik yang dijalankan dengan seabrek strateginya itu akan berdampak baik bagi masyarakat yang heterogen dan semakin terbuka.

Konsensus moral, terutama yang hanya disarikan berdasarkan tutorial tertentu dan cendrung dipaksakan, pada akhirnya memang dapat dioplos seenaknya sedemikian rupa, tiada lain hanya demi memenuhi berbagai variasi keinginan Sang Aktor Politik itu sendiri.

Tidak mengherankan jika atribut moral yang selama ini ditampilkan ke publik hanyalah bagian dari teknik packaging yang latah, yang berusaha mengubah kotoran kambing menjadi camilan masyarakat dengan cita rasa soklat paling nikmat.

Adalah sesuatu yang aneh bahwa setiap dalil yang secara moral hal itu dianggap sebagai otoritas tertinggi dalam menentukan kualitas seorang pemimpin justru bertabrakan dengan semangat demokrasi yang dilandasi nilai-nilai universal.

Oleh sebab itu, politik yang dijalankan seharusnya dilandaskan pada "Kesadaran Berpikir" dan bukan bersandar pada konsensus moral yang tidak berperikemanusian, tidak adil dan tidak beradab.

Semoga saja, manusia-manusia yang masih berada di ranah politik dan kekuasaan, yang secara spiritual telah berkembang mentalnya senantiasa mampu menentukan kualitas terbaik dalam mengambil dan menjalankan kebijakan yang dibuatnya demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang riang gembira.

Demikianlah sabda Hujan.

Karimawatn, 27-03-2017

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.