Header Ads

ads

Bebaskan Barabas!

Bebaskan Barabas!
Ketidakadilan Politik mungkin telah membakar Anda berdua, namun spirit kalian berdua yang berjuang demi kebenaran tidak akan pernah luntur di hati setiap insan yang mencintai Anda, Pak Badja

Sudah diduga, akhirnya Ahok-Djarot kalah. Strategi dan militansi kelompok nomor 3 memang hebat. Baik kekuatan modal dan penggorengan isu (SARA) yang selama ini mereka mainkan bekerja sesuai dengan harapan mereka.

Kemenangan pasangan Nomor 3 adalah bukti bahwa strategi pertempuran yang memanfaatkan "kelemahan bawah sadar" mayoritas warga Jakarta sangat ampuh untuk menekuk lawan. Apapun usaha dilakukan demi tercapainya ambisi kekuasaan. Tak peduli itu dengan cara baik atau buruk, yang penting menang. Yang penting Gubernurnya Baru. Fakta bahwa Badja yang dikeroyok habis-habisan selama ini, tak mampu mengubah keadaan dan akhirnya harus ikhlas mengibarkan bendera putih. Setidaknya hasil berbagai survei dan hitung cepat sudah mengonfirmasi hal itu.

Setelah ini, tak bakalan ada lagi putaran ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Raja baru sudah mendapatkan istananya. Namun bagaimanapun juga, pondasi yang telah ditancapkan Ahok-Djarot selama memimpin Jakarta adalah bukti "Sejarah Perubahan" yang sebentar lagi akan terlipat didalam kenangan. Sebagai peninggalan sejarah, ia hanya bisa diubah dengan sejarah baru pula yang tentunya "HARUS LEBIH BAIK" dari sebelumnya.

Pertanyaannya, mungkinkah apa yang telah ditentukan hari ini akan membawa perubahan yang lebih baik dari sebelumnya? Biarlah warga Jakarta sendiri yang menentukan, sama seperti apa yang mereka putuskan hari ini dalam memilih seorang pemimpin. Mereka sudah memutuskan sendiri pemimpin baru yang mereka rindukan, yang insyaallah santun, tidak akan pernah korupsi dan berfikir untuk balik modal, tidak kafir, bukan penista agama, berprikemanusiaan, sangat anti penggusuran, dapat menyediakan rumah dengan DP 0%, pro ekonomi rakyat dengan OK OCE Mart-nya, yang lebih bersahabat dengan anggota dewannya, dan merangkul semua warga Jakarta tanpa kecuali termasuk ormas-ormas radikal yang dilandasi oleh semangat tenun kebangsaan.

Selamat untuk perubahan Jakarta. Semoga setelah ini, para pendukung Badja yang meninggal dapat disholatkan kembali dengan layak. Jangan ada lagi pengusiran yang dilakukan terang-terangan di rumah ibadah. Semoga kali-kali tetap menjadi tempat paling romantis bagi ikan-ikan untuk terus berkembang biak. Semoga waduk-waduk tak dipenuhi enceng gondok seperti dulu lagi. Semoga taman-taman tetap menjadi tempat paling nyaman bagi anak-anak untuk bermain. Semoga berbagai proyek yang sedang jalan tidak terkena virus mangkrak. Semoga Youtube-nya pemprov tetap buka-bukaan. Biarlah pasukan orange dan lainnya tetap bersemangat melayani warga Jakarta. Dan, semoga saja masih ada pemandangan antre masyarakat di Balai Kota untuk mencari solusi langsung atau sekedar berfoto selfi dengan Gubernur baru dan Wakilnya yang ngganteng itu.

Sekali lagi, selamat buat Ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta. Apa yang telah terjadi hari ini adalah realita yang suka tidak suka harus diterima. Banyak yang bersukaria, dan itu mayoritas pemilih Jakarta. Banyak yang kecewa, namun sayangnya mereka adalah mayoritas pendukung Badja yang tak punya KTP Jakarta.

Bersenang-senanglah hai warga Jakarta, penguasamu sudah berwajah baru. Sebentar lagi, mungkin Ahmad Dhani akan menggelar konser akbar. Tontonlah bersama-sama kalian sebagai sesama saudara warga Jakarta. Kami yang diluar, hanya bisa berkata-kata sebab kelingking kami tak akan pernah kena tinta seperti kalian punya. Jakarta bagi kami tetaplah menjadi bioskop besar yang bisa kami tonton dari jauh tanpa pernah bisa mengubah ending ceritanya.

Pak Ahok dan Pak Djarot, dari jauh kami hanya bisa mengucapkan terima kasih karena telah setia memerankan tokoh pejuang dengan sungguh-sungguh selama ini, walupun pada akhirnya Anda berdua selesai di Golgota. Entahlah, mungkin saja skenarionya Barabas memang harus dibebaskan, dan model kebenaran yang Anda berdua bangun selama ini harus disalibkan. Pak Ahok, Anda telah tersalib oleh sejarah sebagai penista agama.

Pak Ahok, Pak Djarot sebagai manusia pasti Anda sedikit kecewa. Wis bapak-bapak yang baik, ikhlasno wae mergo ati rodo gelo. Ketimbang kejeron, mendingan bapak-bapak move on. Penasaran juga Anda berdua akan kemana setelah ini. Mana tahu setelah ini ada daerah lain yang melirik Pak Ahok dan Pak Djarot untuk menjadi Pelayan mereka? Semesta memberkati Pak.

Rahayu

Karimawatn, 19-04-2019

#PilkadaDKI

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.