Header Ads

ads

Pencuri Kencing Berlari

Pencuri Kencing Berlari

Sering banget lihat teman-temin disini memakai akun FB-nya untuk keluar-masuk ke berbagai aplikasi/kuis yang mungkin memang sengaja dibuat untuk hepi-hepian demi membunuh tanda tanya seseorang terhadap dirinya sendiri.

Saya pikir designer aplikasi/kuiz semacam itu sangat kreatif dan cerdas. Ia tahu betul kelemahan para user FB, bahwa banyak dari mereka diliputi oleh rasa penasaran tentang diri mereka sendiri. Sehingga tanpa sadar, rasa ingin tahu itu mendorong mereka melakukan sign in ke berbagai aplikasi/kuis semacam itu.

Designer aplikasi/kuis ini berusaha memanfaatkan titik kelemahan ini dengan cara menciptakan program yang dapat meng-entertaint para pengguna sosial media (dalam hal ini FB) agar mereka merasa terhibur.

Aplikasi/kuiz model begitu banyak jenisnya. Ada aplikasi edit muka mirip/kembaran artis siapa, cocoknya kencan ma artis siapa, tebak jodohnya lagi ngumpet dimana, tebak nikah kapan, tebak siapa teman paling setia, vermak muka agar tampak "wah, keknya gimana gitu", cocok hidup di planet mana, tebak mati kapan, tebak mati akibat terserang penyakit apa, tebak sifat, tebak asal keturunan dari mana, tebak nasib, dan masih banyak lagi. Bahkan banyak diantara aplikasi/kuiz itu sudah keluar dalam versi bahasa daerah.

Dibalik kesenangan para user sosmed yang menggunakan berbagai aplikasi/kuis tersebut, ada satu hal yang mungkin tidak disadari, bahwa bisa jadi para designer aplikasi/kuis tersebut sedang mengintai data Pribadi pengguna sosmed. Mereka berusaha menghibur, menyenangkan hati pengguna, membuat hidupmu tampak lebih lucu atau menarik, namun dibalik itu semua mereka sedang memegang belati dan sewaktu-waktu akan "menikam" Kamu dari belakang dengan cara mencuri seluruh data pribadimu.

Sekali saja Kamu sign in ke aplikasi/kuis semacam itu dengan menggunakan akun pesbukmu, maka seluruh data pribadimu pun masuk ke dalam database mereka. Mereka dengan mudah mengetahui, siapa suamimu, siapa istrimu, siapa anakmu, siapa pacarmu, siapa selingkuhanmu, pekerjaanmu, hobi-hobimu, makanan kesukaanmu, tempat/destinasi refreshing favoritmu, posisimu, foto-foto dan videomu. Pokoknya semua deh yang berkenaan dengan dirimu.

Memang, soal bijak atau tidak dalam menggunakan sosmed itu tergantung kepala masing-masing, terserah suka-sukanya sendiri. Akun ya akun gua sendiri koq.! Tapi saya cuma mo bilang, dengan tidak ikutan aplikasi/kuis semacam itu bukan berarti seorang user sosmed sudah aman dari intaian predator data. Sama saja, tetap masih sangat rentan, termasuk saya juga. Hanya mungkin tingkat resikonya saja yang beda. Pasti jauh lebih berisiko apabila setiap pengguna sosmed dengan cara yang tidak disadari justru "menyerahkan" semua data mereka dengan cara suka rela kepada pihak ketiga seperti aplikasi/kuis semacam itu.

Pikir sekali lagi, bagi Kamu yang sering menjadikan pesbuk sebagai tempat mem-backup kenangan-kenanganmu dengan menggunakan kata-kata, "Hai Mark, gua titip foto-foto disini ya. Memori HP gua udah full nih". Namun disisi lain Kamu dengan santai keluar-masuk ke berbagai aplikasi pihak ketiga dengan menggunakan FB Anda. Tiba-tiba suatu saat FB Anda sama sekali gak bisa kebuka. Terus Kamu mau bilang apa?. Foto-foto/video di HP udah terlanjur kehapus, belum sempat backup di lepi (hardisk), ehh..sekarang malah gak bisa donlod semua arsip yang ada di FB. Pening kan jadinya?

Meminimalisir resiko kehilangan data lebih baik sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebenarnya, dengan mendaftar sosmed seperti pesbuk ini saja data kita rawan dan tidak aman. Saya sadar itu. Hanya saja memaksa seseorang untuk tidak bermain fesbuk juga bukan solusi. Bijak dan berhati-hati saja, dengan catatan resiko tetap tanggung sendiri.

Jadi biar kata orang jelek, lebih baik pakai muka asli dari pada masuk aplikasi/kuis tapi muka yang keluar adalah muka fiktif. Daripada nebak kapan mati, lebih baik rasakan saja nikmatnya angin yang bergelayut di bulu hidung, bernafas saja saat ini sesadar-sadarnya.

Biar kata orang jomblo, ngapain juga menghibur diri pake ikutan kuis tebak jodoh lagi ngumpet dimana. Makanya jangan suka ngebandingin terus hidup sendiri dengan hidup orang lain. Katanya selalu bersyukur kepada Tuhan, tapi koq jadi diri sendiri aja ndak pernah puas/cukup, trus mau njiplak kehidupan orang. Emang bisa?

Tapi ya gitu deh, aplikasi/kuis semacam itu senengnya memang bermain pada dimensi itu. Mereka, para designer aplikasi/kuis itu tahu mangsanya siapa. Selain jago IT, mereka itu jago soal psikologi manusia. Jadi, jangan buru-buru salahkan pencuri (data), sebab pencuri bisa kencing sambil berlari. Apalagi kalo kamu lihat dia berlari sambil bernyayi, wah,..bakalan tambah sakit hati, dan Kamu cuma bisa maki-maki.

Dan terakhir saran saya, bagi Kamu yang menggunakan sosmed dari smartphone agar selalu log out setelah Anda OL. Ndak perlu dibiarin ON terus. Ibarat pintu rumahmu yang kebuka terus 24 jam, maka baik itu hantu atau manusia bisa keluar masuk dengan bebas.

Wassalam

Leonians - Karimawatn, 26-04-2018

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.