Header Ads

ads

Ya, Mereka Sedang Pesta

Ya, Mereka Sedang Pesta

Yang baru saja kucatat sebelumnya,

Manusia itu pun termasuk HEWAN, yaitu hewan yang berjalan tegak kesana-kemari selain mencari makan, ya mencari perhatian juga.

Mereka, para vampir itu memang sedang cari perhatian dan tidak perlu pakai moral. Sepanjang musim politik ini mereka berniat bikin ulah tak peduli seberapa banyak darah yang akan tumpah).

Orang GILA BIASA paling cuma mondar-mandir, minta rokok dan ketawa sendiri di jalan. Sedangkan orang gila karena AGAMA bisa menjadi TERORIS, suka mentapirkan dan nyembelih orang dalam nama Tuhan serta menjadi ancaman serius bagi seluruh dunia. Orang gila manakah yang akan masuk surga?

Silahkan Anda gila dalam beribadah. Memiliki ketaatan yang pol dalam iman. Tapi jika surga adalah dambaan Anda setelah mati, maka pikir ulang, cara gila yang lebih pantas menuju kesana seharusnya yang bagaimana.? Sori, ini bukan menyarankan Anda sebaiknya menjadi orang gila saja. Tapi, biarlah Anda dan anak istri Anda renungkan kembali sebab hal ini adalah pelajaran yang sangat basic.)

Minum oplosan Agama dan Politik itu jauh lebih memabukkan. Muntahnya bisa TERCECER kemana-mana.

Mereka, para teroris itu sedang mabuk-mabukan tepat di musim politik yang mereka anggap cocok untuk menciptakan chaos. Lihat, muntah (darah) sudah mulai berceceran kemana-mana. Kemarin di sebelah barat (Mako Brimob) sekarang di timur Surabaya. Selanjutnya kemana? Allahu a'lam.).

Saat ini adalah puncak-puncaknya tahun politik. Apa yang terjadi di Mako Brimob kemarin itu adalah panggilan untuk membangkitkan maut — semacam beduk kematian. Mereka sedang menabuh beduk, memanggil kawanannya untuk mabuk habis-habisan — memuntahkan darah dan bangkai kemana-mana.

Mereka sedang menyanyikan Yel-Yel Iblis dan menari kesana-kemari seperti pesta para kera yang kesurupan demit. Semakin bangkit semangat mereka, maka semakin berani mereka untuk mati. Sebelum mati mereka minum darah terlebih dahulu kemudian bercumbu di Surga.

Mereka bukan sekedar melakukan teror, tapi tujuan akhir mereka adalah Indonesia lautan api, yaitu sebuah Negeri yang panas sebagaimana yang sudah terjadi di negeri nun jauh diseberang sana. Itu sebabnya momen politik (pilkada dan pilpres) adalah saat yang subur untuk menyemai kepanikan dan ketakutan.

Baca juga :


Apa yang terjadi di Surabaya sekarang adalah uji coba awal dengan bom di musim ini. Dan menurut versi jihad, mereka berhasil. Mereka berhasil disaat kesiagaan kendor. Dengan berlenggang kangkung mereka mulai menyelinap kesana-kemari — tentu saja demi mencari darah. Gereja adalah target klasik. Akan tetapi bukan cuma gereja yang mereka incar, ada target yang lebih besar dari itu.

Gunung Merapi kemarin sudah mulai batuk-batuk. Dan penyakit batuk-batuk (bom) mematikan itu nampaknya akan mewabah dimulai dari Pulau Jawa. Di daerah lain, mungkin saja kawanan mereka sedang menjulurkan lidah — menunggu umpan untuk siap menyerang. Gunung Merapi kemarin seolah memberi peringatan, "Hoii, semua pada bangun! Jangan tidur terlalu lelap!".

Awas!. Para vampir sudah mulai keluar dari kepompongnya dan mulai mengumpulkan darah disana-sini. Mereka sudah keluar sarang, mulai dari stelan akademisi sampai gaya paling kuli — mulai dari jubah paling suci sampai jenggot preman yang masih hobi makan kwaci faham yang mereka anut tetap satu dan sama. Itulah sebabnya mereka suka acung jari telunjuk. Tujuan mereka satu, Khilafah.

Induk mereka sudah menghias lengkung bibirnya dengan sebuah senyuman indah namun mematikan. Perhatikanlah baik-baik, setelah kejadian ini ada diantara mereka yang senyam-senyum, seolah dahaga akan darah itu sudah mulai terpuaskan. Sungai kematian deras kembali. Mereka sedang bermain di segala lini, mulai dari politik sampai pura-pura sebagai penjual bakso.

Waspadalah!. Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, akan tetapi pagar betis memang sedang kendor. Apalagi jika betisnya banyak koreng dan gatal-gatal — semakin mudah mereka masuk.

Tetap bergandengan tangan, awasi lingkungan Anda. Sebab mereka-mereka ini adalah JIN yang lebih ganas dari segala macam jin, SETAN yang lebih sadis dari segala jenis setan. Ayat-ayat kursi, mantra dan segala jenis doa tidak ampuh untuk mengusir mereka. Bukan seperti Anda menaburi garam keliling rumah, lalu mereka pergi begitu saja. Mereka ini juga kawin dan beranak-pinak.

Sebentar lagi bulan puasa, konon katanya segala jenis setan dan jin akan dikerangkeng Allah agar tidak mengganggu manusia. Akan tetapi Jin dan Setan jenis mereka ini tidak akan bisa dikandangin Allah. Apalagi mereka sangat yakin, Allah merestui kemabukan mereka yang memang doyan pesta kematian.

Jika mereka sedang konak dan haus darah, di bulan puasa nanti pun mereka bisa berpesta. Ya, bisa saja kalau mereka mau. Perhatikan saja. Apalagi sekarang sedang musim politik dimana bumbu agama masih seringkali jadi bahan campuran untuk meracik kemenangan dengan cara menampilkan senyuman yang paling licik. Masakan Kita belum faham? Harus berapa lama lagi kita belajar soal ini?

Pasang mata dan telinga. Kita memang perlu begadang, karena memang ada perlunya — demi keamanan bersama. Sebab mereka tak mengenal waktu siang dan malam tetap saja menabur bibit chaos — kapanpun dan dimanapun. 

Plis, jangan lakukan posting-posting tentang hasil kerja nyata mereka. Ingatlah bahwa tidak ada seorang ustad, pendeta, atau pawang setan yang bisa mengusir mereka agar pergi menjauh. Yang mungkin bisa hanyalah Pemerintah dan Rakyat yang masih Segar Waras. Bangun dan tetap bersatu.!

Pertama, pemerintah dengan seluruh instrumennya, BIN, Polisi, Tentara, dan Pengadilan, silahkan mainkan perannya dengan lebih tegas. Jangan sampai kecolongan lagi. Tolong juga pemerintah, segera lakukan screening pada stasiun televisi yang masih doyan memberi panggung kepada para penceramah otak kadal. Panggil dan jewer stasiun televisi yang seperti itu agar mereka berhenti memberi ceramah yang tidak bermutu dan provokativ itu. Kalau mau, masih banyak penceramah berkening teduh dan pluralis yang layak masuk TV.

Plis deh, Komisi Penyiaran jangan cuma bisa ngeblur dada montok dan paha doang. Apalagi yang diblur film kartun. Ampun dah. Cuma segini doank kemampuan KPI? Emangnya Kami (rakyat) yang nonton TV ini rakyat kartun semua?

Kedua, RAKYAT yang masih waras. Perhatikan disekitar Anda, mana tahu ada Vampir sedang kawin dan bertelur. Sedini mungkin, basmilah sarang mereka sebelum telur-telur itu menetas. Laporkan segera ke pihak berwajib jika ada aktivitas yang mencurigakan. Cek anggota keluarga Anda, jangan sampai mereka bermain-main dengan Jelangkung Radikal. Sekali anggota keluarga Anda bermain dengan itu, maka sangat sulit si jelangkung disuruh pulang. Percayalah. Ini ciuuuuuss..!!.

Dan satu hal penting, jangan pakai sosmed Anda buat nyebarin hasil kerja praktek para teroris, jika hanya menambah kepanikan dikalangan masyarakat. Pikirkan juga, diantara rakyat itu banyak anak-anak yang belum siap melihat pemandangan yang mengerikan itu. Jika hal itu Anda lakukan, mereka akan tambah riang gembira. Sebab Anda telah dengan tidak sadar justru mengobarkan semangat juang mereka dalam berjihad. Seperti sebuah lagu, mereka akan bernyanyi, "Itu Yang Kumau Darimu".

Saat ini adalah saat-saat yang panas. Dinamika politik masih terus berjalan (sampai 2019) dan manusia-manusia mabuk sorga telah dan sedang berkeliaran mencari korban. Agama dan politik adalah kombinasi yang pas di musim ini. Seringkali mereka datang dengan wajah ramah dan alim, namun dibalik punggung, mereka bawa belati dan siap untuk menggorok kewarasan Anda. Dan sekarang mereka sudah mulai ngetes kekuatan lagi.

Waspadalah..Waspadalah..waspadalah.!

Harus berapa bangkai lagi yang akan kita hitung?

Karimawatn, 13-05-2018

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.